Alexa
Kamis, 19 Oktober 2017

Banjir dari Bogor ke Jakarta, Namanya Air Tagih Utang

"Wajar dong, karena tempat tidurnya diambil alih orang Jakarta yah. Dia (air) ya datang ke rumahnya," Dedi menambahkan.

Suara.Com
Siswanto | Dian Rosmala
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi [suara.com/Dian Rosmala]
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi [suara.com/Dian Rosmala]
Banjir yang sering terjadi di Ibu Kota Jakarta, antara lain dipicu oleh pembukaan lahan besar-besaran di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, untuk pembangunan villa milik warga Jakarta sendiri.

"Jangan dibilang kiriman dari Jawa Barat air itu. Salah, nggak boleh kita bilang banjir kiriman. Memang air itu datang ke Jakarta menagih utang. Karena air jatuh itu di daerah Bogor penuh dengan hotel dan villa yang punya orang Jakarta," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (12/ 10/2017).

"Wajar dong, karena tempat tidurnya diambil alih orang Jakarta yah. Dia (air) ya datang ke rumahnya," Dedi menambahkan.

Menurut bakal calon gubernur Jawa Barat untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Jakarta perlu dibuat danau di perbatasan Bogor dan Bekasi. Dengan demikian maka air tidak mengalir langsung ke Jakarta, melainkan tertampung di danau.

"Nah ingat lho orang muara gembong hari ini kekurangan air. Ini aneh lho. Musim kemarau mereka kok nggak punya air. Air buat minum pun nggak punya. Sawahnya kering-kering. Nah itu caranya pertemuan sungai Bekasi dan Bogor dibikin danau," tutur Dedi.

Setelah masuk ke danau, air dialirkan lewat irigasi ke Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

"Kalau sudah begitu nggak akan bajir lagi. Tapi juga penataan ruang harus dibenahi. Sekarang itu banyak yang bangun perumahan malah nutupin mata air," kata Dedi.

Terpopuler

Terkini