Alexa
Jum'at, 20 Oktober 2017

Ambisi Smartfren di Tanah Banten

Smartfren memperluas konektivitas 4G+ di Banten.

Suara.Com
Dythia Novianty
Media Ganthering Smartfren,  VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo dan Region Head Jabo West Smartfren, Dandy Andriana di Serang, Banten, Selasa (10/10/2017). [Suara.com/Dythia Novianty]
Media Ganthering Smartfren, VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo dan Region Head Jabo West Smartfren, Dandy Andriana di Serang, Banten, Selasa (10/10/2017). [Suara.com/Dythia Novianty]

Suara.com - Operator Smartfren berambisi lakukan optimasi jaringan dan peningkatan kapasitas, dengan densifikasi TDD (Time Division Duplexing) atau meningkatkan konektivitas hingga 4G+ di seluruh wilayah Banten. Penambahan konektivitas pun dilakukan secara massive seiring dengan jumlah BTS.

Wilayah Banten menjadi salah satu target massive Smartfren memperluas konektivitas 4G+. Selain sebagai salah satu daerah pusat industri, pariwisata di wilayah itu pun mendorong peningkatan traffic.

Pangsa pasar Banten mengambil porsi sekitar 3 persen dari total jumlah 11 juta pelanggan Smartfren hingga Q2 Tahun 2017 di seluruh Indonesia.

"Jumlahnya masih kecil. Pangsa pasarnya masih sangat luas," kata Region Head Jabo West Smartfren, Dandy Andriana di Anyer, Banten, Selasa (10/10/2017) malam.

Di wilayah Banten sendiri, dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga nPerf, konektivitas 4G Smartfren mencapai 99 persen. Perusahaan menargetkan akhir tahun 2017 semua wilayah sudah mendukung layanan 4G.

"Harapan kami ingin secepatnya penetrasi 4G menjangkau semua wilayah di Banten," ujar VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, Anyer, Selasa (10/10/2017) malam.

Untuk masalah kualitas, jaringan Smartfren mencapai 80 persen dan akan diperkuat dengan kehadiran 4G+. Konektivitas 4G+ di Banten hingga 2017 menjangkau di enam kota meliputi Tangerang, Tangerang Selatan, Balaraja, Serang dan Pandeglang. Jangakuan ini akan terus bertambah.

Untuk konektivitas 4G+, diakui Munir, penggunaan BTS-nya bisa menyatu dengan yang sudah 4G atau terpisah. Sehingga penetrasinya juga akan berjalan cepat.

"Untuk indoor coverage banyak yang menggunakan terpisah dengan 4G, baik TDD atau FDD-nya," jelasnya.

Menurut dia, penambahan BTS tidak lantas meningkatkan kualitas operator.

"Justru, penambahan coverage itu yang meningkatkan layanan," kata Munir.

BTS di wilayah Banten sendiri hingga saat ini mencapai 250 dan terus bertambah. Diprediksi, hingga akhir 2018 penambahan bisa dua kali lipat.

Terpopuler

Terkini