Sabtu, 16 Desember 2017

Rini Optimis Negoisasi Divestasi Freeport Tuntas Awal 2019

Sebelumnya pemerintah sempat menargetkan negoisasi divestasi Freeport bisa tuntas pada 31 Desember 2018.

Suara.Com
Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari
Menteri BUMN Rini Soemarno di Pansus Pelindo II, Jumat (4/12/2015). (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)
Menteri BUMN Rini Soemarno di Pansus Pelindo II, Jumat (4/12/2015). (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M Soemarno menargetkan negosiasi terkait divestasi saham PT. Freeport Indonesia sebesar 51 persen dapat selesai pada kuartal I 2019. Sebelumnya pemerintah sempat menargetkan negoisasi divestasi Freeport bisa tuntas pada 31 Desember 2018.

“Proses divestasinya sendiri, kami menekankan proses divestasi harus selesai kuartal pertama 2019," kata Rini saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

Menurut Rini, saat ini pemerintah sendiri tengah mengevaluasi metode kalkulasi tentang nilai Freeport. Diharapkan evaluasi tentang nilai saham PT Freeport Indonesia bisa selesai dengan cepat.

"Intinya, saat ini masih berada pada tahap negosiasi," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa usai mendapatkan kepastian tentang pembangunan smelter dan komitmen divestasi 51 persen, pemerintah akan fokus berunding pada isu kepastian investasi dan penerimaan negara.

Ani mengatakan, pada dasarnya ada empat area dalam paket perundingan antara pemerintah dan Freeport, yakni pembangunan smelter, komitmen divestasi 51 persen saham, kepastian investasi dan penerimaan negara, serta perpanjangan operasi.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memperpanjang masa negosiasi dengan PT Freeport Indonesia selama 3 bulan ke depan. Penambahan waktu ini dilakukan karena sampai saat ini belum ada titik temu mengenai hal teknis dalam poin negosiasi. DPR menilai perpanjangan waktu negosiasi ini masih belum cukup menghasilkan kesepakatan dengan perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Terpopuler

Terkini