Sabtu, 16 Desember 2017

Ini Alasan Kementerian PUPR Minta Tambahan Anggaran di 2018

Basuki mengatakan, dana tersebut akan diprioritaskan untuk Pelabuhan Muara Sabak di Jambi.

Suara.Com
Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono [suara.com/Maidian Reviani]
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono [suara.com/Maidian Reviani]

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat meminta tambahan anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjelakan permintaan tambahan anggaran tersebut untuk mendukung program-program infrastruktur prioritas yang tengah digalakan oleh pemerintah.

“Kami usulkan pertambahan Rp475 miliar ini pertama untuk program penyelenggaraan jalan dari Ditjen Bina Marga dalam rangka dukungan program tol laut dan kawasan strategis pembangunan nasional, perbatasan, konektivitas dan sebagainya berdasarkan pada Inpres yang ada," kata Basuki di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017).

Basuki mengatakan, dana tersebut akan diprioritaskan untuk Pelabuhan Muara Sabak di Jambi.

“Tahun ini kami alokasikan Rp130 miliar-Rp150 miliar. Ini masih butuh banyak, sebetulnya butuhnya Rp250 miliar lagi tambahan. Kemudian dukungan akses pariwisata di Sumatera Barat tambahan Rp60 miliar dari program-program yang dilakukan sejak 2017 dan pembangunan jalan Manado-Ring Road, Sulawesi Utara Rp25 miliar” katanya.

Selain itu, lanjut Basuki, tambahan anggaran akan digunakan untuk penambahan rekonstruksi ruas jalan Mempawah-Sekincau, Kalimantan Barat sebesar Rp11,8 miliad dan pembangunan Underpass Kaliurang yang menjadi sangat crowded karena makan korban tiap harinya.

Terpopuler

Terkini