Rabu, 18 Juli 2018

PBB Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2018 dan 2019 Tiga Persen

Pertumbuhan pada 2017 merupakan kinerja terkuat ekonomi dunia sejak 2011.

Suara.Com
Adhitya Himawan
Markas besar PBB di New York, Amerika Serikat. [Shutterstock]
Markas besar PBB di New York, Amerika Serikat. [Shutterstock]

Suara.com - Perekonomian dunia diperkirakan akan tetap stabil pada 2018 dan 2019 setelah mencatat tingkat pertumbuhan mengesankan tiga persen pada 2017, kata laporan "Situasi Ekonomi Dunia dan Prospek 2018" yang diluncurkan Senin (11/12/2017) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Pertumbuhan pada 2017 merupakan kinerja terkuat ekonomi dunia sejak 2011. Pertumbuhan global diperkirakan akan tetap stabil pada tiga persen pada 2018 dan 2019, kata laporan tersebut.

Perbaikan meluas, dengan sekitar dua pertiga negara di dunia mengalami pertumbuhan yang lebih kuat di 2017 daripada tahun sebelumnya.

Situasi ekonomi global yang membaik memberi kesempatan bagi negara-negara untuk memfokuskan kebijakan terhadap isu-isu jangka panjang seperti menangani perubahan iklim, mengatasi ketidaksetaraan yang ada dan menghapus hambatan kelembagaan terhadap pembangunan, menurut laporan tersebut.

"Situasi Ekonomi dan Prospek Dunia 2018 menunjukkan bahwa kondisi makroekonomi saat ini menawarkan ruang lingkup pembuat kebijakan yang lebih luas untuk menangani beberapa isu mengakar, yang terus menghambat kemajuan menuju Sasaran Pembangunan Berkelanjutan," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di pengantar laporan tersebut.

Dalam peluncuran laporan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, Liu Zhenmin, mencatat bahwa kemajuan dalam pertumbuhan global merupakan tanda selamat datang bagi ekonomi yang lebih sehat, penting untuk diingat bahwa ini mungkin terjadi dengan biaya lingkungan.

"Ini menyerukan upaya yang lebih kuat untuk mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan," kata Liu.

Laporan tersebut juga memperingatkan risiko-risiko, termasuk perubahan dalam kebijakan perdagangan, pemburukan mendadak kondisi keuangan global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. (Antara)

Terpopuler

Terkini