Sabtu, 20 Januari 2018

Jokowi Minta Masyarakat dan Pengusaha Optimis Terhadap Ekonomi RI

Pasalnya tiga tahun ini banyak sekali kemajuan ekonomi yang telah dicapai.

Suara.Com
Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari
Presiden Jokowi menghadiri KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina. [Foto Kris - Biro Pers Setpres]
Presiden Jokowi menghadiri KTT ASEAN ke-31 di Manila, Filipina. [Foto Kris - Biro Pers Setpres]

Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta kepada para pengusaha dan masyarakat bersikap optimis terhadap perekonomian Indonesia di masa pemerintahannya.

“Pasalnya tiga tahun ini banyak sekali kemajuan ekonomi yang telah dicapai. Mulai dari capaian peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB), realisasi penerimaan dari Pajak Pertambahan Nilai dalam negeri, hingga capaian kinerja ekspor,” kata Jokowi dalam acara Sarasehan kedua dengan 100 ekonomi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Jokowi membeberkan mulai dari investasi. Dalam tiga tahun ada tiga lembaga pemeringkat internasional, yakni Moody's, Fitch Ratings, serta Standard & Poor's telah memberikan peringkat layak investasi kepada Indonesia, peringkat daya saing global Indonesia pun mengalami kenaikan dari 41 menjadi posisi 36 dari 137 negara.

“Peringkat EoDB yang terus saya kejar meski ada peningkatan dari peringkat 120 pada 2014 menjadi posisi 72 di tahun ini. Ini adalah lompatan sangat besar dalam tiga tahun ini, tapi target saya bukan 72, saya sudah perintahkan ke Menko Perekonomian ke level 40 di 2019," katanya.

Kedua adalah soal pertumbuhan. Dimana pada kuartal III-2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh ekspor barang dan jasa sebesar 17,27 persen, investasi cukup besar sebesar 7,11 persen, konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga 6,01 persen, konsumsi rumah tangga 4,93 persen, dan konsumsi pemerintah 3,46 persen.

“Kalau melihat angka-angka itu, kita harus optimistis. Negara lain saja lihat perkembangan ekonomi kita optimistis, kenapa kita sendiri malah tidak optimistis," ujarnya.

Terpopuler

Terkini