Sabtu, 21 April 2018

Indef Peringatkan Pemerintah Hati-hati Ambil Kebijakan Ekonomi

Pertumbuhan positif harus dikejar sesuai target pemerintah.

Suara.Com
Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari
Gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (2/12).
Gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (2/12).

Suara.com - Memasuki tahun 2018 yang merupakan tahun politik, pengamat ekonomi dari The Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati mengingatkan kepada pemerintah untuk hati-hati dalam mengambil kebijakan pada program ekonomi yang ada.

Hal tersebut diungkapkan Enny dalam acara Sarasehan kedua dengan 100 ekonom di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/12/2017).

“Bukan bermaksud beri pesimisme atau sinyal negatif terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Tapi dengan maksud warning agar seluruh pemangku kepentingan semakin berhati-hati dalam membuat keputusan ekonomi," kata Enny.

Enny menuturkan dengan semakin kompetitif persaingan ekonomi antar negara. Menurutnya, pertumbuhan positif harus dikejar sesuai target pemerintah tanpa adanya agenda nasional tersebut.

Apalagi, banyak pejabat dipemerintahan yang berlatarbelakang dari dunia politik. Sehingga dibutuhkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

“Karena ekonomi kita belum tumbuh sesuai potensinya, sementara kompetisi semakin sengit. Tahun politik harus jadi momentum memacu perekonomian kita. Para menteri ekonomi untuk tidak tergoda dan steril dari kepentingan politik," katanya.

Hadir dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Gubernur BI Agus Martowardjojo, dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso.

Terpopuler

Terkini