Senin, 23 April 2018

Kota Soe di NTT Siap Jadi Kawasan Perkotaan

Proses RDTR ini telah diajukan sejak Desember 2016.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Rapat pembahasan Soe jadi perkotaan. (Sumber: Kementerian ATR/BPN)
Rapat pembahasan Soe jadi perkotaan. (Sumber: Kementerian ATR/BPN)

Suara.com - Kota Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, siap menjelma menjadi kawasan perkotaan lewat pemanfaatan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR). Untuk mewujudkannya, digelar rapat pembahasan lintas sektor yang dihadiri oleh 16 kementerian dan lembaga, yang dipimpin oleh Direktur Pembinaan Perencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang Daerah, Sufrijadi.

"RDTR harus menjawab isu-isu strategis secara efektif dan aplikatif, sehingga di dalam forum ini diharapkan dapat menajamkan beberapa hal, terutama yang bersifat strategis," kata Sufrijadi, di Hotel 1O1 Dharmawangsa Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Dalam rapat ini, Kasubdit Wilayah IV, Agustomi Masik, juga menyampaikan bahwa proses RDTR ini telah diajukan sejak Desember 2016, namun baru dibahas pada forum lintas sektor pada hari ini.

"Banyaknya hal-hal teknis dan administratif yang perlu dikawal, demi menjamin kualitas RDTR  telah disusun," kata Tomi.

"Kualitas RDTR kami kawal hingga hal-hal detail, dimana tidak hanya lima substansi strategis yang kami periksa, namun sampai dengan garis besar rencana yang memeriksa silang antara muatan raperda-peta-peraturan zonasi-hingga matrix ITBX," lanjutnya.

Ada beberapa isu strategi yang memerlukan konfirmasi dari pemerintah daerah dan sektor terkait, seperti rencana pemanfaatan hutan yang akan dijadikan zona perumahan, kepastian tentang status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan adanya potensi rawan bencana longsor yang termasuk resiko tinggi.

Rapat lintas sektor ini berhasil menjawab semua permasalahan yang timbul dalam proses evaluasi serta memberikan masukan-masukan yang menyempurnakan kualitas RDTR Kawasan Perkotaan Soe.

Terpopuler

Terkini