Jum'at, 18 Januari 2019

Tertinggi Dalam Sejarah, Bank BJB Bukukan Laba Hingga Rp2,05 T

RUPST tahunan Bank BJB melahirkan direksi baru.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri

Suara.com - Tertinggi dalam sejarah, Bank BJB mampu membukukan labanya Rp2,05 triliun di sepanjang 2017. Hal ini merupakan prestasi yang memuaskan, mengingat sepanjang tahun tersebut situasi ekonomi Indonesia belum stabil.

Hal ini dikemukakan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan, yang merupakan pemegang saham pengendali ketika mengapresiasi kinerja Bank BJB sepanjang 2017.

Gubernur yang akrab disapa Aher ini mengemukakan, jumlah laba Bank BJB pada 2017 tersebut adalah yang tertinggi yang pernah diraih BJB atau PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten tbk. (BJBR) tersebut.

"Alhamdulilah, jumlah laba kotor mencapai yang tertingggi. Ini capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya di Bank BJB, apalagi oleh bank daerah lainnya,” ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BJB tahun buku 2017, di Ballroom Hotel Aryaduta, Bandung, Rabu (28/2/2018).

Aher mengaku senang, karena aset Bank BJB saat ini mencapai Rp114 triliun dan menempati posisi 13 bank besar nasional. Peningkatan aset ini diharapkan dapat menjadi modal bagi Bank BJB untuk memperluas lini usahanya.

“Bank BJB mencatat aset dengan pertumbuhan tinggi. Saat ini, asetnya di angka Rp 114 triliun, sedangkan pada 2008 hanya sekitar Rp50 triliun," ujar Aher.

Adapun laba sebelum pajak sebesar Rp2,05 triliun diraih dengan penguatan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) menjadi sebesar 1,51 persen dibanding 2016, yang besarnya 1,69 persen. Aset perseroan ini juga tumbuh menjadi Rp114,98 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp102,32 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) yang diperoleh meningkat sebesar 11 persen yoy, atau mencatat total dana nasabah sebesar Rp81,61 triliun. Total kredit yang sudah disalurkan hingga akhir 2017 mencapai Rp76,4 triliun, atau naik 11,14 persen (yoy) dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank BJB, Ahmad Irfan, menjelaskan, penetapan dividend pay out ratio ini seiring dengan kinerja perusahaan yang semakin baik dan tingginya rasio kecukupan modal. Besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan perseroan dan sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.

RUPST Bank BJB yang dilangsungkan tersebut juga menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan periode 2017. Selain itu, Bank BJB memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 55 persen dari laba bersih 2017, atau sebesar Rp875,58 miliar, setara dengan Rp90,3 per lembar saham.

RUPST ini juga menyetujui perubahan direksi. Adapun direksi yang baru adalah;
Direktur Utama: Ahmad Irfan
Direktur: Agus Gunawan
Direktur: Fermiyanti
Direktur: Nia Kania
Direktur: Suartini
Direktur: Agus Mulyana

Video Lainnya

Terkini