Hingga September, Pembiayaan Kendaraan Wom Finance Naik 23 Persen

Jumlah pembiayaan kendaraan bermotor telah mencapai 254 ribu unit.

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Hingga September, Pembiayaan Kendaraan Wom Finance Naik 23 Persen
Ilustrasi pembiayaan kendaraan. (Shutterstock)

Suara.com - Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sampai dengan Juni 2018 penjualan kendaraan bermotor khususnya roda dua di Indonesia mencapai 3 juta unit.

Untuk WOM Finance sendiri sampai dengan Juni 2018 jumlah pembiayaan kendaraan bermotor telah mencapai 254 ribu unit.

Pencapaian tersebut diprediksi akan semakin bertambah hingga akhir tahun 2018 dengan porsi terbesar berada di pembiayaan motor baru 48% dan pembiayaan multiguna 46%.

Sedangkan penyaluran pembiayaan Perseroan sampai dengan bulan September 2018 sebesar Rp 5,5 triliun atau meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,5 triliun.

Kontribusi terbesar untuk penyaluran pembiayaan tersebut berada pada pembiayaan motor baru sebesar Rp 3,1 triliun dan pembiayaan multiguna sebesar Rp 2,1 triliun.

Zacharia Susantadiredja, Direktur Keuangan WOM Finance memaparkan bahwa total aset perseroan sampai dengan bulan September 2018 meningkat menjadi Rp 8,9 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya hanya Rp 6,9 triliun.

Hal ini ditunjang dengan pertumbuhan piutang pembiayaan konsumen naik sebesar 38% dan ekuitas Perseroan per September 2018 mencapai Rp 1,1 triliun atau naik 20% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp 7,8 triliun atau naik 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 6 triliun.

Peningkatan liabilitas perseroan pada periode September 2018 didukung oleh peningkatan pinjaman bank sampai dengan September 2018 menjadi sebesar Rp 4,3 triliun dari Rp 2,8 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya dan pinjaman obligasi sampai dengan September 2018 menjadi sebesar Rp 3 triliun dari Rp 2,7 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Melalui kerjasama yang solid, kepemimpinan yang kuat serta kejelian dalam menentukan strategi di saat melihat peluang, Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik dan optimis akan menutup tahun 2018 ini dengan profitabilitas Perseroan yang lebih baik lagi,” tegas Zacharia.

Seiring dengan pertumbuhannya, sampai dengan akhir September 2018 total pendapatan perseroan sebesar Rp 1,9 triliun atau meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun, sedangkan pertumbuhan biaya adalah sebesar 24%, dimana didalamnya juga termasuk pertumbuhan cadangan kerugian penurunan nilai.

Atas pertumbuhan yang cukup signifikan tersebut, Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 152 miliar, meningkat 51% pada periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 101 miliar. Gearing ratio terjaga pada tingkat 6,14 kali.

Sementara itu, rasio keuangan WOM Finance pada akhir September 2018, antara lain Return on Equity (ROE) mengalami perbaikan sebesar 19,3% dari 15,6% pada periode yang sama tahun sebelumnya, Return On Asset (ROA) perusahaan juga mengalami perbaikan menjadi 3,1% dari 2,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar mengatakan kinerja yang positif sampai dengan akhir September 2018 membuktikan bahwa Perseroan berhasil mengokohkan eksistensinya dalam industri pembiayaan kendaraan bermotor dengan kinerja keuangan yang baik dan likuiditas yang sehat.

Di tahun 2018 ini, berbagai langkah telah WOM Finance lakukan agar perusahaan tetap tumbuh di tengah kondisi makro ekonomi yang cenderung stagnan.

Tahun ini WOM Finance telah membuat strategi-strategi bisnis, yaitu memperluas jaringan dengan fokus membuka kantor cabang di luar Pulau Jawa (Sumatera dan Kalimantan).

Selain itu, WOM Finance juga telah memperkuat fundamental dan infrastruktur teknologi informasi perusahaan melalui pembaharuan IT Core System untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan dan meningkatkan pembiayaan dengan melakukan kerja sama bersama mitra strategis dan channel-channel digital.

Sampai dengan akhir September 2018, Perseroan memiliki 120 Kantor Cabang dan 72 Kantor Selain Kantor Cabang yang tersebar di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bangka dan Batam. Selain kantor jaringan, Perseroan juga didukung oleh 1.117 dealer dan 2.656 agen untuk melayani hampir seluruh kota besar di Indonesia.

“Kami yakin sampai dengan akhir tahun 2018, Perseroan akan tumbuh positif dan dengan strategi yang sudah ditentukan kami optimis tahun depan WOM Finance akan melambung lebih tinggi untuk menunjukan eksistensinya sebagai perusahaan pembiayaan tebesar,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Perseroan juga melakukan Due Diligence Meeting untuk Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018.

Obligasi ini nantinya akan ditawarkan dalam 3 (tiga) seri yaitu Obligasi Seri A dengan jangka waktu 370 hari sejak Tanggal Emisi, Obligasi Seri B dengan jangka waktu 2 (dua) tahun sejak Tanggal Emisi, dan Obligasi Seri C dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi.

Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah PT Bahana Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas (terafiliasi), dan PT RHB Sekuritas Indonesia.

PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 ini ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 800 miliar, dan merupakan bagian dari PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance yang akan diterbitkan dalam beberapa tahap dengan total target dana yang dihimpun sebesar Rp 5 triliun.

PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 ini mendapatkan peringkat AA- (IDN) dari Fitch Ratings Indonesia terkait penerbitan Obligasi ini.

Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini akan digunakan seluruhnya sebagai modal kerja untuk pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja dan pembiayaan multiguna.

Masa penawaran awal PUB Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap I Tahun 2018 adalah tanggal 21 November 2018 sampai dengan 4 Desember 2018. Masa Penawaran Umum akan dilakukan pada tanggal 17 dan 18 Desember 2018 dan penjatahan akan dilakukan pada tanggal 19 Desember 2018.

“Kami optimis Obligasi ini akan mendapatkan respon yang positif dari investor,” tutup Djaja.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini