Rabu, 16 Januari 2019

DPR Papua Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat Jelang Natal

Harga tiket bisa naik mencapai angka Rp 6 jutaan hingga Rp 10 jutaan sekali terbang.

Suara.Com
Iwan Supriyatna
DPR Papua Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat Jelang Natal
Ilustrasi membeli tiket pesawat. (Shutterstock)

Suara.com - Mahalnya harga tiket pesawat menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 di Papua disoroti Komisi IV DPRP (Dewan Perwakilan Rakyat Papua).

Bahkan salah satu anggota Komisi IV DPRP Boy Markus Dawir meminta pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk segera mengambil langkah tegas, guna menormalkan kembali harga tiket pesawat.

Menurut Boy, jelang hari raya, baik Natal dan Tahun Baru, harga tiket bisa naik mencapai angka Rp 6 jutaan hingga Rp 10 jutaan sekali terbang.

"Padahal biasanya harga tiket pesawat kelas ekonomi yang biasa kita dapat Rp 2 juta - Rp 3 juta," kata Boy.

Sehingga, kata Boy, pihaknya mengharapkan pemerintah pusat jangan hanya orang Papua saja yang terus dikorbankan.

“Sebab dari akumulasi, hal ini yang sering terjadi gesekan yang besar untuk kita di Papua. Muncul kekecewaan rakyat Papua terhadap pemerintah,” katanya.

Untuk itu, kata Boy, pihaknya meminta agar sudah saatnya pemerintah pusat melihat hal ini dan mengambil langkah untuk kembali jangan menggunakan harga tertinggi, tetapi normalkan seperti harga semula.

“Karena beberapa hari yang lalu tiket pesawat tujuan Jakarta untuk kelas ekonomi saja sudah sampai dengan Rp 5-6 jutaan. Tetapi posisi dalam kelas sendiri dari 168 kursi pesawat, cuma termuat 121 kursi dan sisanya masih banyak yang kosong,” katanya.

Berita ini kali pertama dimuat Kabarpapua.co jaringan Suara.com dengan judul "DPRP Minta Pemerintah Pusat Turunkan Harga Tiket Pesawat di Papua"

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini