Jokowi: Jangan Sampai E-commerce Kita Diisi Produk Luar Negeri

"Jangan sampai karena produk kita tidak masuk ke online, diisi oleh barang dari luar."

Suara.Com
Reza Gunadha | Achmad Fauzi
Jokowi: Jangan Sampai E-commerce Kita Diisi Produk Luar Negeri
Presiden Jokowi menghadiri ulang tahun ke-9 e-commerce Bukalapak di Jakarta Convention Center (JCC), Kawasan Gelora Bung Karno, Kamis (10/1/2018). [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Presiden Jokowi memperingatkan perusahaan e-commerce, agar produk asing tidak mendominasi‎ toko online. Peringatan tersebut salah satunya ditujukan kepada e-commerce Bukalapak.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menginginkan produk dalam negeri bisa bersaing dengan produk asing dan memasarkannya melalui toko online.

"‎Jangan sampai karena produk kita tidak masuk ke online, diisi oleh barang dari luar. Jangan sampai kejadian ini terjadi, marketplace kita tapi barangnya luar. Mungkin sementara enggak apa-apa, tapi dalam jangka panjang harus diisi produk dalam negeri," ujarnya saat menghadiri HUT ke-9 Bukalapak, di JCC Kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Menurut Jokowi, adanya e-commerce Bukalapak memberi kesempatan para UKM untuk bisa memasarkan produknya secara online.‎ Namun begitu, banyak UKM yang belum siap untuk memasarkan produknya secara online.

Hal ini, sambung dia, karena produk UKM tidak memiliki kemasan yang menarik, serta desain sesuai pasar‎.

Maka dari itu, perlu koordinasi antara pemerintah dengan dunia usaha untuk membenahi produk usaha kecil dan menengah (UKM) agar bisa bersaing dengan produk luar.

"UKM kita yang udah siap bisa langsung online store, toko online, ke Bukalapak bisa masuk. Tapi banyak yang belum siap masuk. Problemnya yang tadi saya sampaikan. Ini tugas bersama-sama pemerintah dan dunia usaha," tutur dia.

Jokowi menambahkan, saat ini terdapat 56 juta UKM yang ada di Indonesia. Sementara, baru 4 juta UKM yang memasarkan produknya secara online di Bukalapak.

"‎Tadi Pak Zaky bilang jumlah pelapak ada 4 juta. Itu jumlah yang besar. Tapi kalau dibandingkan 56 juta, Bukalapak masih punya pekerjaan yang besar, 52 juta lagi. Ini juga tugas menteri yang ada, agar semuanya 56 juta masuk ke Bukalapak," ujarnya.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini