Tiket Pesawat Mahal Ditambah Bagasi Bayar, YLKI : Tindakan Semena-mena

"Pengenaan bagasi berbayar adalah tindakan semena-mena maskapai,"

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari
Tiket Pesawat Mahal Ditambah Bagasi Bayar, YLKI : Tindakan Semena-mena
Ilustrasi menunggu bagasi di bandara. [Shutterstock]

Suara.com - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, penerapan bagasi berbayar sebagai suatu hal yang dianggap semena-mena.

Pasalnya, masyarakat semakin diberatkan dengan harga tiket yang sudah mahal ditambah lagi dengan penerapan bagasi berbayar yang sosialisasinya dirasa kurang.

“Pengenaan bagasi berbayar adalah tindakan semena-mena yang dilakukan maskapai penerbangan terhadap konsumen. Kenapa demikian, karena penambahan biaya bagasi akan menambah tarif batas atas,” kata Tulus, Minggu (13/1/2018).

Menurut Tulus, bagasi berbayar merupakan kenaikan tarif pesawat secara terselubung. Pengenaan bagasi berbayar berpotensi melanggar ketentuan batas atas tarif pesawat.

"Seharusnya Kemenhub bukan hanya meminta pihak maskapai untuk menunda pemberlakuan bagasi berbayar, tetapi juga mengatur besaran dan mengawasi pelaksanaan bagasi berbayar tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, seharusnya Kemenhub bukan hanya meminta pihak maskapai untuk menunda pemberlakuan bagasi berbayar, tetapi juga mengatur besaran dan mengawasi pelaksanaan bagasi berbayar tersebut.

"Jika tak diatur diawasi, pengenaan bagasi berbayar adalah tindakan semena-mena maskapai, karena hal tersebut bisa menyundul tarif batas atas bahkan menyundul tarif maskapai yang selama ini menerapkan full services policy. Sementara service yang diberikan Lion Air, dan nantinya Citilink masih berbasis Low Cost Carrier," pungkasnya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini