Minggu, 20 Januari 2019

Kembangkan Potensi Lithium Tanah Air, Pemerintah Gandeng Cina

SDA Indonesia memungkinkan untuk memproduksi baterai Lithium dalam jumlah besar.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Walda Marison
Kembangkan Potensi Lithium Tanah Air, Pemerintah Gandeng Cina
Ilustrasi baterai. [Shutterstock]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan Indonesia bisa jadi pemain utama dalam produksi baterai berbahan Lithium di dunia.

Pasalnya sumber daya alam Indonesia memungkinkan untuk memproduksi baterai Lithium dalam jumlah besar.

Beberapa sumber daya alam Indonesia yang berpengaruh dalam proses pembuatan baterai Lithium adalah nikel.

"Ada teknologi yang baru. Kami ajak Prof Satrio. Bagaimana ekstrak kobalt dari nikel. Sudah riset 15 tahun lalu. Kita akan dapat nikel kadar rendah bisa ekstrak kobalt," ujar Luhut, Senin (14/1/2019).

Untuk penggunaan kobalt, pemerintah akan bekerjasama dengan peneliti luar untuk merancang bahan tersebut menjadi baterai lithium. Salah satu pihak yang bakal diajak kerjasama dalam proses penelitian ini adalah pihak Cina.

"Profesor Cina kami minta transfer teknologi itu. Bersama ITB, itu diimplementasikan di Morowali," pungkasnya.

Untuk diketahui, pabrik pembuat baterai yang berlokasi di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulteng akan mulai beroperasi di pertengahan tahun depan.

Setelah beroperasi, pabrik tersebut akan memproduksi baterai lithium yang bisa dipergunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat berbahan bakar listrik.

Nantinya, Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil baterai lithium utama yang mengendalikan pasar dunia.

"Jadi kita akan ekspor ke sana. Ini sangat strategis. Saya enggak kebayang kita lakukan loncatan teknologi jadi pemain global mobil listrik," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini