Perempuan Venezuela Ramai-ramai Jual Rambut untuk Beli Makanan Hingga Popok

Mereka berbondong-bondong menuju kota perbatasan Kolombia untuk menjual rambut mereka.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari
Perempuan Venezuela Ramai-ramai Jual Rambut untuk Beli Makanan Hingga Popok
Ilustrasi rambut. (Shutterstock)

Suara.com - Krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda Venezuela dan kelangkaan kebutuhan pokok sehari-hari, tak membuat para perempuan Venezuela kehabisan akal.

Mereka berbondong-bondong menuju kota perbatasan Kolombia untuk menjual rambut mereka. Rambut mereka dihargai dengan sejumlah uang yang membuat mereka mampu membeli berbagai kebutuhan seperti makanan, popok dan obat-obatan.

Dilansir dari BBC, selama beberapa bulan terakhir di perbatasan Kolombia, Luis Fernando mencari perempuan Venezuela yang ingin menjual rambut mereka.

"Ketika mereka datang untuk memotong rambut mereka, itu karena kemiskinan yang ekstrim. Mereka melakukan ini sebagai upaya terakhir mendapatkan uang," kata Fernando dalam sebuah unggahan video.

Fernando mengatakan, krisis di Venezuela saat ini tak dapat tertahankan lagi. Menurutnya dengan sedikit uang yang didapatkan para perempuan dari menjual rambut, mereka dapat sedikit memperbaiki kualitas hidup.

Fernando sendiri berasal dari Venezuela. Untuk bisa mendapatkan uang ia terjun ke bisnis jual-beli rambut. Fernando selama beberapa bulan terakhir sudah memotong rambut dari ratusan perempuan di Venezuela.

"Untuk 10 centimeter masih terlalu pendek, dengan 15, 20, 30 cm kami bisa membelinya," kata Fernando.

Fernando menjual rambut-rambut tersebut ke pembuat wig atau rambut ekstensi. Fernando mengatakan, meski membutuhkan uang, namun memangkas rambut dirasa sangat menyakitkan bagi perempuan Venezuela.

"Semua perempuan yang datang melalui jalan ini (perbatasan Kolombia) bermimpi suatu saat nanti akan kembali ke Venezuela, kami semua ingin kembali ke keluarga kami," kata Fernando.

Setelah mengalami krisis ekonomi pada tahun lalu kini Venezuela mengalami krisis politik. Presiden Nicolas Maduro yang dianggap mencurangi pemilihan presiden pada tahun lalu tidak mau turun dari jabatannya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini