Ini Alasan Menteri BUMN Minta Pemegang Polis JS Saving Plan Ambil Roll Over

Manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah berupaya mencari pendanaan baru.

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Menteri BUMN Rini Soemarno. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)
Menteri BUMN Rini Soemarno. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno berharap para nasabah pemegang polis JS Saving Plan dapat melakukan perpanjangan kontrak (roll over).

Pasalnya, saat ini pihak Kementerian BUMN bersama regulator dan manajemen PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah berupaya mencari pendanaan baru. Salah satunya dengan menerbitkan surat utang atau obligasi.

"Sebentar lagi yang akan dilakukan Jiwasraya adalah mengeluarkan obligasi jangka panjang, tujuannya supaya Jiwasraya bisa investasi lebih banyak sehingga bisa memperkuat balance sheet. Sekarang ini adalah programnya bagaimana meng-encourage nasabah agar mereka memperpanjang (roll over)," ujar Rini di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (30/1/2019) malam.

Selain menerbitkan obligasi, manajemen baru Jiwasraya juga akan membentuk anak perusahaan dengan empat BUMN untuk mengeluarkan produk asuransi.

Adapun empat BUMN yang dimaksud meliputi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Selain mengelola dana pensiun, upaya sinergi BUMN ini juga akan menyasar pengembangan produk-produk asuransi tradisional Jiwasraya mulai dari asuransi kesehatan, asuransi perjalanan, asuransi jiwa, hingga unitlink.

"Kalau kita lihat BUMN ini bisnisnya banyak ada Kereta Api, Garuda Indonesia yang customer based-nya sangat tertarik dengan berbagai macam produk asuransi. Nanti kita akan bikin anak perusahaan untuk itu," imbuh Rini.

Seperti diketahui, sebagai bentuk tanggungjawab terhadap pemegang polis, manajemen baru Jiwasraya menawarkan dua opsi terkait pembayaran polis produk JS Saving Plan.

Pertama, untuk nasabah yang berminat melakukan roll over akan diberikan bunga dibayar dimuka sebesar 7 persen per tahun, atau setara dengan 7,49 persen per tahun nett efektif.

Kedua, manajemen baru Jiwasraya akan memberikan bunga pengembangan efektif sebesar 5,75 persen per tahun nett untuk mereka yang memilih untuk tidak memperpanjang.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini