Sabtu, 16 Februari 2019

Tol Dibangun Jalur Motor, BPJT : Nambah Beban Biaya

Pengelola jalan tol harus membangun jalur tersendiri dan terpisah untuk mewujudkan wacana itu.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Tol Dibangun Jalur Motor, BPJT : Nambah Beban Biaya
Ilustrasi kendaraan melintas di jalan tol dalam kota, Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT ) Herry Trisaputra Zuna menyebut wacana sepeda motor masuk jalan tol bakal menambah biaya investasi pembangunan jalan tol.

Pasalnya, pengelola jalan tol harus membangun jalur tersendiri dan terpisah untuk mewujudkan wacana itu.

Hal tersebut sama seperti yang diterapkan di jalan tol Bali yang mempunyai jalur khusus sepeda motor dan terpisah dari jalur kendaraan roda empat atau lebih.

Dengan jalur terpisah, sepeda motor tidak bisa menerobos jalur kendaraan roda empat, sehingga bisa meminimalisir kecelakaan.

Jalan tol terpisah juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2009 tentang Jalan Tol, pada pasal 38 ayat 2 menyebut jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukan bagi kendaraan roda empat atau lebih.

"Ya pasti itu kan bangun jalur sendiri, nambah beban biaya," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Kamis (31/1/2019).

Meski demikian, diperkirakan tambahan biaya tersebut tidak begitu besar. Menurutnya, tambahan biaya untuk membangun jalur motor sendiri sekitar 1/4 dari biaya investasi.

"Kurang lebih 1/4 ya. Jalur motor lebarnya kan 3 meter," tutur dia.

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengusulkan agar pemerintah mengizinkan pengendara motor masuk ke jalan tol.

"Bali saja di tol sudah ada jalur khusus motor. Suramadu jalan tolnya sudah ada khusus motor. Saya meminta dan mengimbau dari gedung DPR ini, pemerintah harus mewujudkan jalan khusus bagi roda dua di jalan-jalan tol. Ini penting untuk persamaan hak warga negara,” ujar Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sementara, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi mengatakan, sangat sulit bagi pihaknya untuk mengizinkan sepeda motor masuk jalan tol, khususnya di perkotaan.

Hal itu diungkapkan Budi menanggapi permintaan Ketua DPR Bambang Soesatyo yang meminta agar sepeda motor diizinkan melintasi jalan tol.

"Karena tol yang ada saat ini tidak dirancang untuk dilalui sepeda motor. Mau lewat sebelah mana? Jalur di sebelah paling kiri itu kan bahu jalan, tidak bisa itu diubah untuk jalur sepeda motor," kata Budi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini