Motor Masuk Tol, Pengamat : Terhempas Angin Kencang Pasti Oleng

Motor masuk tol ini bisa meningkatkan angka kecelakaan.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Dian Kusumo Hapsari
Ilustrasi motor masuk tol. (Istimewa)
Ilustrasi motor masuk tol. (Istimewa)

Suara.com - Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengaku tidak setuju jika nantinya kendaraan roda dua atau motor diizinkan melintas di jalan tol tanpa pemisah.

Ia pun mengaku akan menjadi orang yang pertama menentang kebijakan tersebut.

“Ini bisa meningkatkan angka kecelakaan, berarti tidak sejalan dengan misi pemerintah untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia,” kata Djoko saat dihubungi Suara.com.

Djoko pun mengakui, terkait wacana motor melintas di jalan tol memang tidak melanggar regulasi. Namun demikian, dari sisi keselamatan, keamanan dan sisi ekonomi sangat tidak memungkinkan.

“Tol yang ada saat ini kan hanya memang diperuntukan bagi kendaraan roda empat atau lebih dan dengan kecepatan tertentu. Coba pas motor lewat, kena hempasan angin kendaraan yang sedang melaju kencang, pasti oleng. Kalau bangun sejak awal dengan jalur motor, ya nggak mahal. Kalau bangun lagi khusus untuk itu pasti mahal,” katanya.

Oleh sebab itu, Djoko berharap pemerintah tidak mengizinkan kendaraan roda dua untuk masuk dan melintas di jalan tol.

Terkecuali pemerintah membangun jalan tol yang baru untuk menunjang para pengendara roda dua superti yang terdapat di tol Suramadu dan Tol Bali.

“Tapi memang membutuhkan biaya yang lebih besar juga, belum tentu ada investor yang mau juga,” ujarnya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini