Minggu, 17 Februari 2019

Jokowi Telepon Menteri PUPR Minta Benteng Van Den Bosch Dipercantik

Presiden Jokowi beserta Ibu Negara mengunjungi Benteng Van Den Bosch.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Telepon Menteri PUPR Minta Benteng Van Den Bosch Dipercantik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Benteng Van Den Bosch yang terletak di Ngawi, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019). (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Benteng Van Den Bosch yang terletak di Ngawi, Jawa Timur, Jumat (1/2/2019).

Saat tiba di lokasi, Jokowi yang mengenakan baju kemeja lengan panjang berwarna putih dan rombongan langsung masuk ke benteng tersebut.

Ketika berada di dalam Benteng Van Den Bosch, Jokowi mengamati setiap sudut arsitektur bangunan yang terlihat masih kokoh.

Usai puas berkeliling di Benteng Van Den Bosch, selanjutnya Jokowi dan rombongan duduk santai sambil mencicipi makanan kecil dan kopi.

Sambil menikmati makanan kecil, Jokowi mengatakan pemerintah akan segera merevitalisasi Benteng Van Den Bosch.

Pasalnya kata Jokowi, benteng yang dibangun pada masa penjajahan Hindia Belanda pada sekitar tahun 1839-1845 merupakan peninggalan warisan pusaka yang harus dijaga dan dilestarikan.

"Tahun ini akan segera kita restorasi, peninggalan-peninggalan ini harus kita rawat. Warisan pusaka seperti ini, heritage seperti ini, memang harus dijaga dan dipelihara," ujar Jokowi di lokasi.

Terkait rencana revitalisasi tersebut, Jokowi menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan revitalisasi.

Keseriusan Jokowi pun ditunjukan dengan langsung menghubungi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk memberikan arahan secara langsung.

"Tahun ini langsung dikerjakan oleh Kementerian PU (Pekerjaan Umum). Tadi sudah langsung saya telepon dan sudah siap," tuturnya.

Adapun revitalisasi Benteng Van Den Bosch ditargetkan rampung dalam dua tahun yakni rampung sekitar tahun 2021.

"Mungkin tahun ini separuh, tahun depan separuh. Dua tahun insyaallah rampung. Karena untuk merestorasi bangunan seperti ini ada kaidah-kaidah kepurbakalaan yang harus diikuti. Tidak bisa cepat-cepat kayak bangun bangunan yang lain," tandasnya.

Untuk diketahui, benteng yang dinamakan oleh Fort Van Den Bosch ini dibangun atas prakarsa Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1839.

Benteng tersebut dikenal dengan sebutan Benteng Pendem karena lokasinya yang dikelilingi oleh tanah tinggi (tanggul) sehingga tampak dari luar terlihat terpendam.

Adapun luas tanah lokasi benteng kurang lebih seluas 18 hektare dengan luas ukuran bangunan 165 meter x 80 meter.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini