Usai Diterjang Tsunami dan Gempa, Marak Pencurian Kabel Listrik

Marak terjadi aksi pencurian kabel-kabel milik PT PLN (Persero).

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Usai Diterjang Tsunami dan Gempa, Marak Pencurian Kabel Listrik
Kondisi bangunan RS Anutapura yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). (ANTARA FOTO/BNPB/pras)

Suara.com - Setelah diterjang tsunami dan diguncang gempa beberapa waktu lalu di Palu, Sulawesi Tengah, kini marak terjadi aksi pencurian kabel-kabel milik PT PLN (Persero).

"Pasca bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, banyak kabel listrik milik PT PLN setempat hilang digasak oknum-oknum warga yang tidak bertanggungjawab," kata Manager PLN Area Palu, Abbas Saleh.

Akibat dari banyaknya kabel listrik yang dicuri, PLN mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta. Kerugian tersebut terhitung sejak empat bulan pasca bencana alam di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Menurut Abbas, fenomena ini perlu mendapat perhatian semua pihak, termasuk kepolisian karena bisa berdampak terhadap kontinuitas pasokan listrik.

"Kalau kabelnya dicuri, otomatis bisa saja tiba-tiba terjadi pemadaman, meski tidak ada gangguan pada mesin pembangkit listrik," tutur Abbas.

Abbas menambahkan, sasaran para pencuri kabel listrik adalah gardu yang ada pada travo induk. Semua kasus yang terjadi selama ini titik sasarannya adalah kabel di gardu/travo induk yang tersebar di sejumlah wilayah permukiman warga di Kota Palu.

Sebelumnya, PLN dalam mengantisipasi aksi pencurian, pihaknya sudah memasang gembok di setiap gardu/travo yang rawan, tetapi tetap bisa dijebol oleh oknum.

"Ya saya juga heran gemboknya bisa dirusak. Mereka gunakan alat yang canggih," ujarnya.

Selain telah melaporkan pencurian tersebut kepada pihak berwajib, pihaknya juga melibatkan masyarakat sekitarnya untuk sesekali melakukan razia, terutama pada malam hari.

"Kita berharap bisa menangkap para pelakunya," pungkas Abbas. (Antara)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini