Setiap Valentine, Turki Berhasil Jual Bunga Sampai Rp 6,6 Triliun

Pengusaha bunga di Turki menjual satu buket mawar perayaan Valentine di atas Rp 250 ribu.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Dian Kusumo Hapsari
Setiap Valentine, Turki Berhasil Jual Bunga Sampai Rp 6,6 Triliun
Bunga mawar [Shutterstock].

Suara.com - Ketua Persatuan Toko Bunga di Turki menyatakan bahwa setiap tahunnya, menjelang perayaan St. Valentine's Day yang jatuh pada 14 Februari, pengusaha toko bunga di Turki berhasil menjual bunga hingga mencapai 2,5 miliar Lira atau sekitar Rp 6,6 triliun.

“Bunga-bunga ini dibudidayakan dalam jangka satu bulan, dan terjual dalam satu hari yang penting, yaitu pada 14 Februari. Bunga dijadikan kado tentang salah satu bentuk kasih sayang," ungkap Ismail Basaran, sang ketua Persatuan Toko BUnga Turki, seperti dilansir dari Hurriyet Dailynews.

Lebih detail Ismail Basaran mengungkapkan bahwa di antara bebungaan yang dipasarkan menjelang Hari Kasih Sayang atau St. Valentine's Day ini, bunga mawar adalah jenis bunga yang paling banyak dipilih konsumen.

Setelah mawar, bunga lain yang menjadi incaran para pembeli adalah melati, lili dan aster.

Selain itu, lanjut Ismail Basaran, banyak pengusaha bunga yang tidak menerima order bunga sebanyak di Hari Valentine. Jadi di hari kasih sayang itulah, kesempatan menangguk untung dari hasil berjualan mawar dan aneka kembang lebih potensial.

Harga bunga pada 2019 ini naik 20 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan khususnya terjadi pada bunga mawar yang sekarang dijual 1,9 dolar Amerika Serikat (AS) per tangkai atau 19 dolar AS per satu buket, yang setara dengan sekitar Rp 267 ribu.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini