Pakai Sarung ke BEI, Ma'ruf Amin Bicara soal Ekonomi Syariah

Ma'ruf Amin menyambangi BEI untuk menghadiri pertemuan dengan KPPTK dan Asosiasi Fintech Syariah lndonesia.

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Pakai Sarung ke BEI, Ma'ruf Amin Bicara soal Ekonomi Syariah
Calon Wakil Presiden Maruf Amin di Gedung Bursa Efek Indonesia. (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Calon Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyambangi Bursa Efek Indonesia ( BEI ) untuk menghadiri pertemuan dengan Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan ( KPPTK ) bersama dengan Asosiasi Fintech Syariah lndonesia .

Seperti saat menghadiri pertemuan-pertemuan sebelumnya, ketika turun dari mobil, Ma'ruf Amin tampak mengenakan kain sarung, jas, peci hitam dan sorban berwarna putih pun tak lupa dikenakannya.

Disambut beberapa perwakilan dari KPPTK dan Asosiasi Fintech Syariah lndonesia, Ma'ruf Amin langsung masuk ke Gedung BEI.

Ma'ruf Amin memberikan beberapa pandangannya terkait ekonomi syariah dan ekonomi kerakyatan dalam melihat perkembangan teknologi dan digital di Indonesia.

Ma'ruf Amin mengatakan, kemajuan teknologi sangat berguna untuk memajukan keuangan syariah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan umat.

Tidak hanya itu, aplikasi fintech juga harus memfasilitasi masyarakat bagi yang ingin melakukan amal dan zakat.

"Fintech yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial, namun juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, shadaqah dan wakaf," ujarnya di Gedung BEI, Rabu (13/2/2019).

Ma'ruf Amin juga menegaskan perkembangan ekonomi syariah jangan sampai tidak berpihak kepada umat non muslim Indonesia.

Perkembangan teknologi ekonomi syariah harus menguntungkan seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

"Ekonomi umat bukanlah milik umat Islam semata. Ketika ekonomi umat dikembangkan dalam koridor umat Islam sebagai mayoritas, tidak berarti mengesampingkan umat minoritas lainnya. Mengembangkan ekonomi umat berarti memberdayakan semuanya, menitikberatkan pada pemerataan, keadilan sosial dan kepedulian," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini