Kolaborasi Treasury - Finansialku, #PunyaSimpenan Emas buat Dana Darurat

Soal rupa simpanan, kami menilai dalam bentuk emas paling cocok. Karena harga emas cukup stabil dan terjaga dari inflasi, terangnya.

Suara.Com
Reza Gunadha | Muslimin Trisyuliono
Kolaborasi Treasury - Finansialku, #PunyaSimpenan Emas buat Dana Darurat
CEO Finansialku, Melvin Mumpuni (kiri). [Suara.com/Muslimin Trisyuliono]

Suara.com - Perusahaan aplikasi teknologi finansial Treasury dan Finansialku bekerja sama untuk berkampanye mengenai gerakan #PunyaSimpenan Emas.

CEO Finansialku Melvin Mumpuni mengatakan, kampanye tersebut dilakukan agar masyarakat memunyai persiapan dana darurat untuk masa depan.

“Dana darurat itu misalnya bisa dipakai untuk mencukupi berbagai kebutuhan bulanan yang tak terduga,” kata Melvin, Selasa (12/3/2019).

Ia mengatakan, publik bisa membeli dan menabung emas melalui aplikasi Treasury, sebagai cadangan dana darurat.

Melvin menuturkan, harga transaksi di Treasury juga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 20 ribu.

Menurutnya, setiap orang kekinian harus memunyai simpanan dana darurat. Hal itu pula yang menjadi inti dari kampanye #PunyaSimpenan Emas.

Misalnya, seorang lajang sebaiknya menyisihkan uang enam kali dari jumlah pengeluaran bulanan untuk dana darurat.

Sementara untuk orang yang sudah menikah, sebaiknya menyimpan dana sejumlah sembilan kali dari total pengeluaran bulanan.

”Soal rupa simpanan, kami menilai dalam bentuk emas paling cocok. Karena harga emas cukup stabil dan terjaga dari inflasi,” terangnya.

Head of Brand Development Treasury Narantana Sitepu juga mengamini. Ia mengatakan, emas adalah bentuk simpanan darurat paling ideal karena proses penjualannya terbilang cepat.

Ia mengungkapkan, emas bisa dijual dan pencairan uangnya cepat, yakni dalam waktu dua hari kerja. Hal tersebut, ia terapkan pada aplikasi Treasury.

"Kami berharap gerakan ini bisa menyadarkan masyarakat untuk memulai mempersiapkan dana darurat sesuai kebutuhan. Melalui Treasury, untuk mencairkan dana bisa dalam waktu 2x24 jam," ujar Narantana Sitepu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini