Menteri PPN Bappenas Minta E-Commerce Serap 50 Persen Pelaku UMKM

"E-commerce berkembang pesat. Di Pulau Jawa saja, pertumbuhannya mencpai 70 persen."

Suara.Com
Reza Gunadha | Muslimin Trisyuliono
Menteri PPN Bappenas Minta E-Commerce Serap 50 Persen Pelaku UMKM
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berbicara dalam Seminar Ekonomi Nasional bertema "Qua Vadis Digital Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Rabu (21/2). [Antara/Audy Alwi]

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro mengklaim, bisnis berbasis online atau e-commerce di Indonesia berkembang pesat.

Namun, pertumbuhan pesat e-commerce tersebut belum berbanding terbalik dengan perlindungan konsumen maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Impor yang tinggi dalam komoditas yang diperdagangkan secara online dan minimnya fasilitas dari pemerintah, masih penyebab utamanya.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Selasa (12/3/2019), dengan tema Meningkatkan Perdagangan Bernilai Tambah dan Berdaya Saing.

"E-commerce berkembang pesat. Di Pulau Jawa saja, pertumbuhannya mencpai 70 persen. Indonesia juga kekinian memunyai 4 e-commerce yang berlabel unicorn. Tapi salah satu PR adalah, menggaet pelaku UMKM,” tutur Bambang.

Karenanya, Bambang berharap Kementerian Perdagangan bisa menfasilitasi UMKM sehingga bisa terserap masuk perdagangan online.

Menurutnya hal itu penting, karena terjadi perubahan iklim usaha yakni perpindahan perdagangan ritel ke mekanisme jual-beli online.

Hal itu, kata dia, bisa dimanfaatkan pelaku UMKM alias produsen Indonesia untuk menjajakan barang-barangnya.

"Paling tidak, ada imbauan kepada e-commerce yang mau selamat, harus mayoritas (membuka peluang untuk pedagang) lokal mencapai 50 persen," terangnya.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini