Skandal Boeing 737 Max, Garuda Akan Tetap Beli Pesawat Boeing

Garuda Indonesia mengatakan pihaknya sudah tak percaya lagi pada Boeing 737 Max 8.

Suara.Com
Liberty Jemadu
Skandal Boeing 737 Max, Garuda Akan Tetap Beli Pesawat Boeing
Boeing 737 Max 8 dipamerkan di Farnborough, Inggris pada Juli 2018. [Shutterstock]

Suara.com - Garuda Indonesia bertemu dengan perwakilan Boeing di kawasan perkantoran Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis pagi (28/3/2019) untuk membahas tentang rencana pembatalan kontrak pembelian 50 unit pesawat Boeing 737 Max 8.

Usai pertemuan, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan bahwa Boeing, produsen pesawat asal Amerika Serikat, akan mempelajari kemungkinan merestrukrusasi kontrak tersebut.

“Boeing juga mengerti posisi Garuda dan akan mempelajari kemungkinan untuk merestrukrusasi kontrak yang berlaku dan bekerja sama dan memberikan dukungan penuh kepada Garuda untuk memenuhi kebutuhan Garuda ke depannya mengingat Garuda adalah maskapai nasional dan pelanggan kunci untuk Boeing,” kata Ari seperti dilansir dari Antara.

Garuda diketahui memesan 50 unit Boeing 737 Max 8. Satu unit sudah digunakan oleh Garuda, sementara sisanya akan mulai dikirimkan pada 2020 mendatang.

“Dalam pembicaraan pagi ini Garuda menyampaikan kembali kepada Boeing bahwasanya kami tetap percaya kepada produk Boeing akan tetapi untuk keselamatan penumpang Garuda dan masyarakat Indonesia pada umumnya kami tidak dapat melanjutkan pemesanan 49 pesawat 737 seri Max 8 yang sedianya mulai dikirim di 2020,” kata Ari.

Ari menambahkan dari sisi teknis Boeing sudah melakukan perbaikan atas sistem Manuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dan masih menunggu persetujuan dari otritas penerbangan sipil Amerika Serika atau Federal Aviation Administration dan laporan akhir atas kecelakaan Ethiopian Air dan Lion Air.

“Dari Garuda kami masih percaya terhadap brand Boeing namun kami sudah tidak percaya lagi dengan produk Max-8 khususnya karena masyarakat yang notabene pelanggan kami sudah kehilangan kepercayaan terhadap produk itu,” katanya.

Namun, Ari menegaskan pihaknya tidak beralih ke merek pesawat lain dan tetap melanjutkan kontrak dengan Boeing.

“Yang pasti kami tidak akan mengganti ke brand lain seperti yang dilakukan beberapa maskapai lain, namun meminta Boeing untuk menawarkan produklain selain Max 8 tersebut,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, nilai, jenis dan waktu pengiriman akan dibahas antar kedua tim secara terbuka dan akan membahas internal di Seattle, AS.

Ari juga menawarkan masukan kepada Boeing untuk memfasilitasi pertemuan dengan regulator dan memberikan masukan kepada Boeing untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan regulator kepada merek Boeing.

“Kami akan melakukan pertemuan lanjutan pada akhir April untuk mencari solusi win win untuk kedua belah pihak,” tutup dia.

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini