Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha di Daerah Keluhkan Bisnisnya Turun

Hipmi menyayangkan harga tiket pesawat saat ini yang masih tinggi.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha di Daerah Keluhkan Bisnisnya Turun
Ilustrasi membeli tiket pesawat. (Shutterstock)

Suara.com - Pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani menyayangkan harga tiket pesawat saat ini yang masih tinggi. Ajib menuturkan, harga tiket yang tinggi ini memberikan dampak yang luas.

Ketua Hipmi Tax Center ini menerangkan, kenaikan tiket pesawat ini tak hanya merugikan penumpang, tetapi juga merugikan daerah.

Pasalnya, jika harga tiket mahal, maka orang akan malas ke daerah. Sehingga, memberikan efek ekonomi yang buruk bagi daerah.

"Impact bukan hanya di kita tapi di daerah. Ketika orang jarang datang ke daerah ini yang impactnya daerah loh tingkat hunian hotelnya restoran dan cafenya dia membawa multiplayer efek ketika siklus perpindahan orang tinggi maka disitu ada sebuah siklus ekonomi jadi bukan hanya bicara sekedar tiket," kata Ajib, Kamis (4/4/2019).

Menurut Ajib, jika harga tiket mahal, maka biaya ekonomi juga makin tinggi. Dan, apabila biaya ekonomi makin tinggi maka tak baik buat sebuah bisnis.

"Intinya dengan harga tiket tinggi maka ekonomi cost kita lebih tinggi. Kalau ekonomi cost tinggi itu tidak bagus buat bisnis. Jangan sampai ini menjadi sebuah konglomerasi tersendiri bahwa mereka saling baku atur dan seterusnya," jelas dia.

Ajib juga menilai, aturan baru Kementerian Perhubungan yang meningkatkan tarif batas bawah menjadi 35 persen dari tarif batas atas itu tidak ideal.

Harusnya, pemerintah mengatur harga tiket yang sesuai, sehingga makin banyak orang ke daerah yang nantinya daerah menjadi maju.

"Jadi sebenarnya saya mendukung pemerintah untuk lebih mengatur dengan baik. Karena seharusnya batas bawah itu tidak usah dinaikan tapi batas atas disesuaikan. Saya pikir kalau harga tiket bisa disesuaikan maka daerah-daerah itu bisa maju," pungkas dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini