Menteri BUMN Minta Perusahaan BUMN Tidak Saling Sikut Saat Garap Proyek

Rini Soemarno meminta perusahaan BUMN untuk saling bersinergi.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman | Muslimin Trisyuliono
Menteri BUMN Minta Perusahaan BUMN Tidak Saling Sikut Saat Garap Proyek
Rini Soemarno dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan angkatan moda terpadu dan revitalisasi sub terminal 1C dan 2F yang dilakukan PT Angkasa Pura II. (Suara.com/Muslimin Trisyuliono)

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta antar perusahaan BUMN saling bersinergi untuk menggarap proyek-proyek nasional.

Menurutnya antar perusahaan BUMN tidak perlu saling sikut untuk menggarap suatu proyek.

Hal tersebut diungkapkan saat grounbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan angkatan moda terpadu dan revitalisasi sub terminal 1C dan 2F yang dilakukan PT Angkasa Pura II.

"Teruskanlah sinergi BUMN tak ada lagi saling sikut kita saling bergandengan tangan untuk berikan yang terbaik bagi bangsa," ujar Menteri Rini Soemarno, Jumat (5/4/2019).

Selain melakukan groundbreaking Menteri Rini juga meninjau 10 pekerjaan perusahaan BUMN yang berada di Bandara Soekarno Hatta. Saat ini perusahaan BUMN yang mengerjakan kereta bandara oleh PT Adhi Karya, Untuk pelayanan pembangunan terminal 1 dan 2 oleh PT Wijaya Karya dan dipusat kendali dilakukan oleh PT Telkom.

"Saya harap selesainya rainway 3, taksi way, east cross tentunya akan makin baik pelayanannya. Saya yakin Soekarno Hatta jadi salah satu bandara terbaik di dunia dan juga teramai," terangnya.

Rini berharap dari revitalisasi sub terminal 1C dan 2F yang dilakukan PT Angkasa Pura II bisa meningkatkan target kapasitas bisa menambah 18 juta di tahun 2022.

Selain itu Menteri Rini melakukan penandatanganan prasasti peresmian fasilitas penunjang pelayanan bandara internasional Soekarno Hatta seperti stasiun kereta layang terminal 1-3, stasiun kereta layang terpadu, stasiun kereta bandara, depo kereta layang, gardu distribusi tenaga listrik 2 dan 3, sub gardu indung tegangan tinggi 150 kv dan pusat kendali operasi aocc.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini