Industri Manufaktur Tumbuh, Grand Kartech Siap Sasar Pasar Ekspor

Pertumbuhan industri manufaktur diprediksi dapat mencapai 5,4% tahun 2019 ini.

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Industri Manufaktur Tumbuh, Grand Kartech Siap Sasar Pasar Ekspor
Ilustrasi industri manufaktur. (Dokumentasi: Grand Kartech)

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur dapat mencapai 5,4% tahun 2019 ini.

Dengan subsektor yang diperkirakan tumbuh tinggi, antara lain industri makanan dan minuman, industri permesinan, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, serta industri barang logam, komputer dan barang elektronika.

“Kemenperin berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk terus mendorong industri berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial dan pengembangan sektor swasta yang dinamis,” kata Menteri Perindustrian Airlangga dalam pernyataan resminya.

Airlangga menerangkan, pemerintah terus berupaya memacu pengembangan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global, seiring pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Selain itu mengoptimalkan produktivitas, terutama industri yang berorientasi ekspor serta menarik investasi dari industri substitusi impor. Saat ini, kebijakan makro tetap dijaga dengan komitmen pemerintah melaksanakan paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan," paparnya.

Untuk memacu industri manufaktur nasional, pemerintah juga telah menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Dengan ditekennya perjanjian tersebut, ekspor Indonesia ke Australia akan meningkat, karena Australia telah memberikan komitmen untuk mengeliminasi bea masuk impor untuk seluruh pos tarifnya menjadi 0%.

Beberapa produk Indonesia yang berpotensi untuk ditingkatkan ekspornya, antara lain produk otomotif khususnya mobil listrik dan hybrid, kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, serta peralatan elektronik.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ekonomi yang komprehensif ini, karena menjadi momentum untuk sama-sama memacu pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” tegas Airlangga.

IA-CEPA merupakan tonggak baru hubungan Indonesia dan Australia yang mencapai tingkat lebih tinggi. Selain itu, kemitraan komprehensif ini tidak hanya berisi perjanjian perdagangan barang, jasa dan investasi saja, tetapi juga kerja sama ekonomi yang lebih luas.

“Cakupan kemitraan yang komprehensif ini akan memberikan dampak positif kepada perekonomian Indonesia dan Australia dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Airlangga menyebut, investasi di industri manufaktur dalam negeri dapat meningkat pada tahun ini karena pemerintah telah merilis aturan terkait dengan tax holiday yang mencakup lebih banyak sektor, yaitu melalui PMK 150/2018 tentang Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

Selain itu, kepastian untuk mendapatkan insentif tersebut juga lebih jelas dengan adanya online single submission (OSS).

“Artinya, investor tidak perlu lagi menunggu, bahwa kondisi ekonomi dan politik Indonesia dinilai stabil. Ini kesempatan Indonesia untuk terus memacu investasi, ekspor, dan pengoptimalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor industri,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku usaha manufaktur turut optimistis terhadap pertumbuhan industri tahun ini. Terlebih dari langkah dukungan pemerintah untuk meningkatkan industri manufaktur.

“Kami menyambut baik dengan upaya pemerintah meningkat daya saing manufaktur dalam negeri. Selain itu upaya menggenjot ekspor produk dalam negeri,” ujar Direktur Keuangan PT Grand Kartech Tbk, Johanes Budi K.

Terlebih dengan kesepakatan dagang melalui kerangka IA-CEPA. Perseroan berkode emiten KRAH ini mengaku tengah membidik pasar negeri Kanguru.

Dengan kemampuan engineering dan manufacturing yang sudah berstandar internasional ASME (America Society of Mechanical Engineers) dan ISO, disertai pengalaman melayani klien-klien dari perusahaan multi-nasional, pengembangan pasar ini dilakukan KRAH untuk menjawab tantangan bahwa produk pembuatan anak negeri mampu berkompetisi di Intenasional.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini