Kalah di Quick Count Pilpres 2019, Saham Perusahaan Sandiaga Uno Nyungsep

"Ini disebabkan hasil quick count yang memenangkan Paslon 1," kata Nafan Aji.

Suara.Com
Reza Gunadha | Achmad Fauzi
Kalah di Quick Count Pilpres 2019, Saham Perusahaan Sandiaga Uno Nyungsep
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno meggunakan hak suaranya di TPS 02, Jakarta, Rabu (17/4). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto]

Suara.com - Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) langsung anjlok pada Sesi I setelah hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei mengenai perolehan suara Pilpres 2019 menunjukkan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Jokowi – Maruf Amin unggul.

Saratoga merupakan perusahaan terbuka yang dimiliki oleh Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno.

Berdasarkan data RTI, penutupan sesi 1 Kamis (18/4/2019) pada pukul 12.05 WIB terpantau saham SRTG anjlok 3,91 persen atu 150 poin menjadi Rp 3.690 per lembar saham.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengatakan, anjloknya saham SRTG tersebut murni disebabkan hasil hitung cepat pilpes yang menempatkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di bawah Jokowi – Maruf Amin.

"Ini disebabkan hasil quick count yang memenangkan Paslon 1," kata Nafan Aji.

Menurut Nafan, saham SRTG merupakan salah satu saham yang tidak likuid atau jarang diperdagangkan, sehingga sulit memproyeksi target harganya.

Selain itu, lanjut dia, pergerakan harga saham saham yang acak juga mempersulit untuk proyeksi harga saham SRTG.

"Saham SRTG tidak likuid dan pergerakan harga sahamnya sangat random atau acak, tanpa pola wave yang jelas, sehingga menyulitkan untuk memproyeksikan target price-nya," imbuh Nafan.

Untuk diketahui, Saratoga merupakan salah satu perusahan yang bergerak di bidang investasi. Saat ini, Sandiaga memiliki 21,6 persen saham atau 586,3 juta saham di SRTG.

Kepemilikan saham itu terus turun, setelah Sandiaga menjual sebanyak 17 kali sahamnya di SRTG terutama saat masa kampanye Pilpres 2019.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini