Cetak Sawah Baru, Kerja Sama Kementan dan TNI Terus Dilakukan

Saat ini, perluasan areal luas lahan sudah mencapai 900.000 hektare.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Cetak Sawah Baru, Kerja Sama Kementan dan TNI Terus Dilakukan
Kementan memperbaiki jaringan irigasi tingkat tersier untuk persawahan padi di Kota Jayapura. (Dok: Kementan)

Suara.com - Sinergitas kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan TNI AD telah diwujudkan dalam berbagai kegiatan. Di antaranya melalui pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT), Pengawalan Serap Gabah (Sergab), bahkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi.

Selain itu, cetak sawah baru juga masih terus dilakukan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, dengan target mencapai 12.000 hektare (ha), yang dilakukan dengan TNI.

Hal ini dikemukakan Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy.

"Khusus untuk kegiatan cetak sawah, dari 2015 sampai 2018, hasil kerja sama dengan TNI berhasil mencetak sawah baru lebih dari 200.000 hektare yang tersebar di wilayah indonesia," ujarnya, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Apresiasi kepada jajaran TNI disampaikan Dirjen PSP dengan diiringi komitmen untuk terus mengawal sawah-sawah baru agar bermanfaat bagi petani penerima manfaat, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan.

"MoU dan kontrak yang telah ditandatangani merupakan dokumen legal sebagai dasar pelaksanaan kegiatan konstruksi cetak sawah 2019," jelasnya.

Langkah selanjutnya adalah melakukan mobilisasi alat berat, seperti ekskavator dan buldozer pada lokasi pelaksanaan, yang merupakan permulaan pekerjaan konstruksi cetak sawah.

Sementara itu, Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Indah Megahwati mengatakan, kegiatan cetak sawah Kementan melalui Ditjen PSP terbagi dua. Salah satunya, mencetak sawah dengan mengubah lahan tidur menjadi sawah dan optimalisasi lahan.

Sesuai Nawa Cita Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan persiapan menuju lumbung pangan dunia tahun 2045, kegiatan cetak sawah 1 juta hektare yang ditargetkan tercapai hingga pemerintahan Jokowi - JK berakhir, saat ini ternyata telah terwujud, bahkan berlebih menjadi 1,16 juta hektare.

"Saat ini, perluasan areal luas lahan sudah mencapai 900.000 hektare. Kita lebih banyak membuka lahan rawa. Perluasan areal sawah yang 1 juta hektare tersebut, 90 persennya dari optimasi rawa. Untuk saat ini, kegiatan cetak sawah sudah hampir 200.000 hektare, jadi sudah lebih dari 1 juta hektare," tegasnya.

Kegiatan cetak sawah Kementan terbagi dua. Pertama, cetak sawah yang sebenarnya, dalam arti mengubah lahan tidur menjadi sawah dan optimalisasi lahan. Kedua, optimalisasi lahan, yakni menambah areal luas tanam melalui optimalisasi lahan yang tidak produktif.

Cetak sawah baru dilakukan bekerja sama dengan TNI di lahan-lahan tidur di luar Jawa, antara lain, Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Pulau Kalimatan, dan Papua.

Pada 2015, Direktorat Perluasan dan Perlindungan Lahan, Ditjen PSP telah membuka sawah baru seluas 20.070 hektare, tahun 2016 berhasil mencetak sawah seluas 132.129 hektare, dan 2017 seluas 60.243 hektare.

Pada 2018, targetnya hanya sekitar 12.000 hektare. Sebagai gantinya, Kementan akan menggarap rawa pasang surut.

Lahan pasang surut seperti di Sumatera Selatan dan Kalimantan sudah dioptimalkan, sehingga dapat menambah produksi pangan nasional. Dengan demikian, Kementan melalui Ditjen PSP, dalam kurun waktu tiga tahun telah berhasil mencetak sawah baru seluas 212.442 hektare, sedangkan target cetak sawah tahun anggaran (TA) 2018 seluas 12.000 hektare.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini