Indonesia - Korea Tingkatkan Kualitas UKM Melalui Innobiz

Kerja sama pengembangan UKM dengan Korea Selatan sudah dimulai sejak 2010.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Indonesia - Korea Tingkatkan Kualitas UKM Melalui Innobiz
Pertemuan Proposal for The Innobiz Project, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). (Dok : Kemenkop dan UKM)

Suara.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) menyambut baik baik bakal hadirnya sistem sertifikasi asal Korea Selatan bernama Innobiz. Sistem ini hadir dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing UKM Indonesia di pasar global. 

"Sistem Innobiz ini juga diharapkan dapat membangun jejaring bisnis UKM di Indonesia. Saya berharap akan tercipta satu transfer teknologi bagi UKM Indonesia," ujar Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kemenkop dan UKM, Hanung Harimba Rachman, saat membuka pertemuan Proposal for The Innobiz Project, di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan, karena UKM memiliki peranan penting bagi perekonomian Indonesia dalam kontribusi terhadap PDB nasional, hingga menciptakan lapangan kerja.

"Kita memiliki 62,9 juta unit skala UKM. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk meningkatkan daya saing di pasar domestik dan global, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi," ujarnya.

Menurut Hanung, selain akan menjajaki kerja sama dengan Innobiz Korea, pemerintah Indonesia pun sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk meningkatkan penetrasi pasar UKM di pasar domestik.

"Kita juga memiliki program standardisasi mutu dan produk, di samping fasilitasi merek dan kemasan, hingga fasilitasi produk UKM untuk ekspor," ujarnya.

Bahkan, kata Hanung, berbagai insentif pun sudah diberikan untuk UKM yang mau meningkatkan daya saing produknya di pasaran, salah satunya adalah tax holiday.

"Kerja sama dengan sistem sertifikasi Innobiz ini bisa kita pertimbangkan sebagai salah satu syarat untuk mendapat insentif dari pemerintah, di samping untuk meningkatkan sistem sertifikasi di Indonesia", ujar Hanung.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Kemenkop dan UKM, Meliadi Sembiring menjelaskan, kerja sama pengembangan UKM dengan Korea Selatan sudah dimulai sejak 2010 dalam ajang ASEM Forum di Seoul.

"Sudah terjalin MoU antara Menteri Koperasi dan UKM dengan Menteri UKM Korea, yang diwujudkan dalam pengembangan Green Business Center yang masih berjalan hingga saat ini", ujarnya.

Bagi Meliadi, kerja sama Indonesia dengan Korea merupakan kombinasi ideal yang bisa melahirkan win-win solution bagi pengembangan UKM kedua negara.

"Kita memiliki SDM yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah, sedangkan Korea sangat mumpuni dalam hal teknologi. Ini kombinasi yang sangat ideal dan logis," tegas Meliadi.

Menurutnya, ke depan, Indonesia akan fokus dalam peningkatan kualitas SDM.

"Itu juga yang mendasari pertemuan dengan pihak Innobiz Korea. Kita perlu meningkatkan kualitas dan daya saing UKM, agar mampu bersaing dalam perdagangan domestik dan global. Sistem sertifikasi Innobiz ini bisa kita gunakan dan kita modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan budaya Indonesia," jelas Meliadi lagi.

Perpaduan inovasi dan bisnis
Sementara itu, Vice Chairman of Innobiz, Kim Jong Kil mengatakan, bahwa Innobiz merupakan perpaduan erat antara inovasi dan bisnis (innovation and business), dimana saat ini, anggota Innobiz di Korea sudah mencapai 18 ribu perusahaan yang didominasi kelas UKM.

Pertemuan Proposal for The Innobiz Project, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). (Dok : Kemenkop dan UKM)
Pertemuan Proposal for The Innobiz Project, di Jakarta, Rabu (24/4/2019). (Dok : Kemenkop dan UKM)

"Hasilnya, anggota Innobiz mampu membukukan nilai penjualan sebesar 300 triliun Won dengan kontribusi terhadap PDB Korea hingga 17 persen," ujar Kim.

Ia menjabarkan, dengan sistem Innobiz, UKM Indonesia yang bersertifikat pemerintah akan didorong melakukan inovasi hingga mampu menghasilkan riset dan pengembangan (research and development) yang sistematik.

"Kegiatan inovasi berkelanjutan akan meningkatkan bisnis. Ini juga bisa dijadikan dasar evaluasi manual kemampuan inovasi perusahaan," kata Kim

Ia berharap, kerja sama tersebut bisa menjadi pondasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas UKM kedua negara.

"Tugas pemerintah Indonesia dalam peningkatan kualitas SDM bisa kita lakukan bersama dengan teknologi tinggi yang Korea miliki. Apalagi, perubahan iklim usaha global berubah secara cepat. Oleh karena itu, kita harus fokus dalam pengembangan pasar domestik dan juga global," pungkas Kim.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini