Bertemu Presiden China, JK Pastikan Proyek Kereta Cepat Rampung 2020

Menurut Jusuf Kalla yang kendala berat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah pembebasan lahan.

Suara.Com
Liberty Jemadu
Bertemu Presiden China, JK Pastikan Proyek Kereta Cepat Rampung 2020
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) bertemu Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat, Beijing, Kamis (25/4/2019). [Antara/M Irfan Ilmie]

Suara.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memastikan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung rampung pada 2021 saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat, Beijing, Kamis (25/4/2019).

"Malah yang menyinggung (proyek kereta cepat) itu Presiden Xi. Dia tahu kemajuannya sudah baik dan datanya pun lengkap," kata Kalla seusai bertemu Xi di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional Sabuk Jalan (BRF) II itu.

Menurut dia, yang kendala berat dalam proyek itu adalah pembebasan lahan yang akan dibangun jalur kereta api tersebut.

"Sekarang pembebasan lahan itu sudah 98 persen dan juga konstruksinya sudah 16 persen. Jadi kita harapkan selesai pada 2021," kata JK, sapaan akrab Jusuf.

Dalam acara itu JK didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal Thomas Lembong, dan Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

Sebelum bertemu Xi, JK melakukan pertemuan bilateral dengan Wapres China Wang Qishan. Sepulang dari Balai Agung Rakyat, Wapres mengadakan pertemuan dengan 25 pemimpin perusahaan lokal China.

Menurut JK, tidak ada satu pun pengusaha yang menyampaikan pendapatan atau penilaian atas pelayanan perizinan investasi di Indonesia, khususnya di daerah.

"Mereka agak malu-malu untuk menyampaikan. Karena itu saya katakan, kalau ada apa-apa lapor ke BKPM. Kalau tidak selesai, lapor sama Menko Maritim, pasti selesai itu," ujar JK.

JK juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia memberikan insentif seperti tax holiday untuk investasi yang nilainya besar di luar Pulau Jawa. [Antara]

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini