LPDB Pastikan Bunga Tetap Rendah Meski Gandeng Fintech

Kerja sama dengan satu fintech akan bisa mencapai angka Rp 100 miliar.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
LPDB Pastikan Bunga Tetap Rendah Meski Gandeng Fintech
Dirut LPDB - KUMKM, Braman Setyo. (Dok : LPDB)

Suara.com - Walaupun menggandeng financial technology (fintech) dalam penyaluran keuangannya, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB - KUMKM) memastikan akan tetap memberikan bunga rendah. Dirut LPDB, Braman Setyo, menyatakan, masyarakat sebaiknya tidak perlu khawatir.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Bunga pinjaman LPDB tetap jauh di bawah bunga pinjaman yang diberikan oleh perusahaan fintech yang beredar saat ini, yaitu di bawah 10 - 15 persen efektif," katanya, usai menghadiri pembukaan Rakornas Kemenkop dan UKM di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Kamis (2/5/2019) malam.

Braman Setyo menambahkan, pihaknya sudah sepakat dengan salah satu vendor fintech terkait patokan bunga pinjaman tersebut. Ia menjelaskan, sebenarnya tujuan LPDB menggandeng fintech semata-mata untuk mempermudah dan mempercepat proses pengajuan dana bergulir oleh calon mitra.

Dalam pelaksanaannya nanti, lanjutnya, pihaknya akan mengadakan pendampingan bagi calon mitra. Ia menyebut, biaya para pendamping sepenuhnya menjadi tanggung jawab LPDB.

"Bagi para pendamping, nanti akan kita biayai sendiri. Dana bagi pendamping akan diambilkan dari modal LPDB, tidak kita masukkan di dalam akumulasi dari biaya UKM itu sendiri," jelasnya

Terkait adanya kekhawatiran akan terseretnya nama besar LPDB menjadi negatif karena menggandeng fintech yang diibaratkan rentenir modern, menurut Braman Setyo, stigma negatif itu tidak akan muncul selama bunga yang diberikan LPDB tetap kompetitif.

"Tidak usah khawatir, jaminannya saya," katanya menegaskan.

Ia juga memastikan kerja sama dengan satu fintech tersebut adalah untuk tahap awal dan akan bisa mencapai angka Rp 100 miliar.

"Tahap awal Rp 100 miliar dulu. Jumlah itu nantinya bisa meningkat sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.

Sementara itu, terkait pencairan pendanaan di Babel, Braman Setyo mengakui, jumlah serapannya masih sangat rendah.

Karena itu, lanjutnya, melalui rakornas kali ini, pihaknya berharap bakal mendorong pelaku-pelaku usaha di Babel agar berani memanfaatkan pendanaan dengan bunga rendah dari LPDB, sehingga target LPDB yang akan menggulirkan dana sekitar Rp 100 miliar tahun ini bisa terwujud.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini