Jelang Puasa Ramadan, Penjual Kembang Kuburan Banjir Rezeki

Penjual bunga musiman untuk berziarah ke makam mulai membludak di depan pasar baru kota Gresik.

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Jelang Puasa Ramadan, Penjual Kembang Kuburan Banjir Rezeki
Pedagang bunga tabur untuk ziarah ke makam di depan pasar kota Gresik, Minggu (7/5/2019). (Suara.com/Tofan Kumara)

Suara.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, penjual bunga musiman untuk berziarah ke makam mulai membludak di depan pasar baru kota Gresik, Minggu (5/5/2019).

Tradisi nyekar (ziarah) ke makam leluhur sebelum bulan puasa itu menjadi berkah bagi pedagang bunga yang mulai bermunculan di sekitar pasar kota Gresik yang semula hanya bisa di hitung dengan jari.

Sebagian besar penjual kembang itu didominasi perempuan warga sekitar pasar yang memanfaatkan momen tahun ini.

Untuk jenis bunga yang dijual bervariasi harganya, ada yang dijual seharga Rp 5.000, ada yang Rp 10.000 hingga Rp 30.000 tergantung isi bunga yang diinginkan pembeli.

Ahmad (32) yang sudah berjualan bunga tabur selama delapan tahun itu mengaku penghasilan berjualan bunga meningkat jelang bulan puasa.

Jika hari-hari biasa penghasilnya dari berjualan bunga hanya puluhan ribu, kali ini bisa mencapai ratusan ribu.

Ia pun menyebut tidak terlalu khawatir dengan munculnya banyak penjual bunga di sekitar pasar jelang ramadan. Baginya, hal seperti itu sudah biasa setiap tahun.

"Alhamdulillah, penghasilan bertambah. Jika hari biasa hanya ribuan, kali ini bisa puluhan bahkan ratusan ribu," kata Ahmad.

"Saya tidak khawatir banyak bermunculan penjual bunga, rejeki sudah ada yang mengatur. Ini sudah biasa setiap tahun," tambah warga Sido Rukun, Gresik itu.

Ahmad mengaku, bunga-bunga yang dijual sedikit naik harganya disebabkan di tingkat pengepul harga bunga juga naik. Sehingga untuk bisa dibeli oleh konsumen, ia kemudian mensiasati dengan mengemas di kantong plastik.

"Harga di pengepul sedikit naik, jadi saya siasati dengan mengemas di kantong plastik. Ada juga konsumen yang membeli hanya dua macam bunga, ada juga yang tiga rupa bunga. Harga juga menyesuaikan," terangnya.

Mayoritas masyarakat Gresik memang melakukan ziarah kubur tiga hari hingga sehari sebelum datangnya bulan Ramadan. Tidak jarang, warga yang kerja di luar kota seperti di Surabaya dan Malang menyempatkan pulang untuk berziarah.

Kontributor : Tofan Kumara

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini