Sepekan Jakarta Butuh 319 Ton Bawang Putih Impor Agar Harga Stabil

PT Food Station Tjipinang Jaya menjamin akan segera mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih dari Kementerian Pertanian.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio
Sepekan Jakarta Butuh 319 Ton Bawang Putih Impor Agar Harga Stabil
Pedagang menata tumpukan karung bawang putih impor di pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta, Senin (9/3).

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya menjamin akan segera mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih dari Kementerian Pertanian. Hal itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bawang putih selama Bulan Ramadan.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi berani menjamin seperti itu karena Gubernur Anies Baswedan telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membahas perizinan impor bawang putih untuk kebutuhan Jakarta.

"Kemarin Pak Gubernur sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri Pertanian untuk memberikan RIPH kepada foodstation, karena seluruh kewajiban foodstation memang sudah diberikan. Kita punya kewajiban tanam 5 persen dari RIPH sudah kita submit," kata Arief saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (7/5/2019).

Pada 2018, Arief mengatakan pihaknya sudah pernah mendapatkan RIPH bawang putih sebanyak 20.000 ton dan telah menunaikan kewajiban tanam sebesar 5 persen dari RIPH.

Menurut Arief, untuk menstabilisasi harga bawang putih di pasaran memang harus dilakukan dengan cara impor mengingat permintaan pasar yang semakin meningkat saat memasuki Bulan Ramadan.

"Kalau masalah komoditas, kita harus punya stok. Jadi pemerintah itu harus punya stok melalui BUMD pangannya. Kalau kita tidak punya stok, kita akan sulit untuk melakukan stabilisasi," jelasnya.

Hingga hari ini PT Food Station Tjipinang Jaya telah mendatangkan dua kontainer dan masih ada tiga kontainer lagi yang akan dibongkar dalam minggu ini di Jakarta.

Arief menambahkan Jakarta masih membutuhkan total 11 kontainer dengan masing-masing kontainer bermuatan 29 ton agar bisa menstabilkan harga bawang putih.

"Rata - rata seminggu kita perlu sekitar 10 hingga 11 kontainer, untuk backup Jakarta. Bawang putihnya dari Laiwu sama dari Henan, China," pungkas Arief.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi dari infopangan.jakarta.go.id, per Senin (6/5/2019) harga bawang putih di DKI Jakarta secara rata-rata Rp 64.660 per kg, harga terendah berada di Pasar Baru Metro Atom Jakarta Pusat yakni Rp 40.000 per kg dan termahal di Pasar Johar Baru Jakarta Pusat yang menembus angka Rp 100.000 pers kg.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini