Milenial Mau Mendulang Untung dari Forex? Coba Belajar di Sini

Model bisnis ini sangat cocok dengan kaum milineal, dimana penguasaan teknologi digital adalah suatu hal yang mutlak."

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Milenial Mau Mendulang Untung dari Forex? Coba Belajar di Sini
Ilustrasi pasangan milenial sedang merencanakan keuangan. (Shutterstock)

Suara.com - Di era digital saat ini, transaksi semakin mudah dan banyak pasar yang mulai beralih atau memiliki alternatif online, termasuk transaksi di pasar keuangan (forex/foreign exchange).

Transaksi pasar keuangan tidak lagi membutuhkan barang fisik yang harus dikirim dan memerlukan waktu pengiriman, semua bisa dilakukan secara online, salah satunya transaksi online valuta asing atau lebih dikenal dengan transaksi forex online.

“Model bisnis ini sangat cocok dengan kaum milineal, dimana penguasaan teknologi digital adalah suatu hal yang mutlak. Sekarang transaksi valuta asing bisa dilakukan secara online dengan menggunakan suatu platform transaksi yang bisa diakses melalui jaringan internet dengan menggunakan laptop atau smartphone,” kata Founder SDFX sekolahdasarforex.com, Hans Herwin dalam keterangannya, Rabu (8/5/2019).

Hans menyampaikan, kelebihan dari transaksi forex online ini adalah perdagangannya bersifat liquid dimana kita dapat dengan mudah bertransaksi dengan pasar yang ada di seluruh dunia sehingga dapat dengan mudah mencari penjual atau pembeli dari mata uang yang sedang diperdagangkan.

Dengan modal yang tidak terlalu besar, tutur Hans, menjadikan forex online adalah sebuah pilihan yang menggiurkan bagi generasi milineal yang ingin mendulang untung.

Hans mengungkapkan, bisnis forex online juga akan menjadi jalan untuk mendapatkan working freedom dan juga financial freedom, lantaran perdagangan ini dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun dengan potensi keuntungan yang sangat besar selama mampu mengelola risiko yang ada.

Namun demikian, menurut Hans, bisnis forex juga memiliki risiko. Potensi keuntungan yang lebih besar selalu beriringan dengan risiko yang juga besar pula, high profit high risk dan low profit low risk sudah menjadi rumus pasti yang ada di dalam dunia perdagangan atau investasi.

“Generasi milenial jangan hanya melihat kemudahan bisnis dan keuntungan yang menggiurkan, tetapi juga harus mampu memitigasi risiko. Oleh karena itu, kami menyarankan para pebisnis pemula di bidang forex ini bisa belajar terlebih dahulu tehnik dan caranya yang baik dan benar. Para pakar SDFX sekolahdasarforex.com siap menjadi metor bagi para pebisnis pemula. Untuk belajar di SDF, caranya bisa mengunjungi website sekolahdasarforex.com, atau bisa langsung ke lokasi SDFX di daerah Green Lake City, Jakarta Barat,” tutur Hans.

Senada dengan Hans, Syahrir, Head Master SDFX- sekolahdasarforex.com mengungkapkan, perdagangan mata uang tidak seperti jual beli barang lainnya.

Oleh karena itu, para pelaku usaha jual beli mata uang perlu memiliki pengetahuan yang cukup dengan cara belajar di institusi pendidikan khusus.

“Sayangnya, di Indonesia belum ada institusi khusus yang mempelajari market forex, termasuk diantaranya untuk memahami cara pengelolaan risiko. Pasalnya, market forex ini memiliki risiko yang tinggi," tutur Syahrir.

Padahal, menurut Syahrir, jika pelaku usaha forex ini memahami dan mampu mengelola serta memitigasi risiko dengan baik, maka akan jauh lebih banyak peluang untuk mendulang profit dibanding berinvestasi di sektor yang lain.

Pasar forex di Indonesia, menurut Syahrir, cukup tertinggal dibanding pasar forex di sejumlah negara maju.

Di negara–negara tersebut, sambung Syahrir, anak–anak muda sejak dini sudah memahami, bahkan menjadikan forex sebagai peluang bisnis untuk mendulang profit.

“Melihat kondisi ini, sejak beberapa waktu lalu kami mendirikan sekolah forex Indonesia, yakni sekolahdasarforex.com, atau SDFX. Kami ingin memberikan edukasi yang baik kepada generasi sekarang, milenial, tentang forex. Kami akan mementor para peserta didik kami hingga mereka mahir berbisnis forex,” tutur Syahrir.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini