Kemensos Siapkan Modal Usaha untuk Penyandang Disabilitas di Cibinong

Hingga 2019, sebanyak 1.093 alumni menjadi wirausaha, 997 bekerja, dan 17 orang kembali ke keluarga.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Kemensos Siapkan Modal Usaha untuk Penyandang Disabilitas di Cibinong
Mensos, Agus Gumiwang. (Dok : Kemensos)

Suara.com - Untuk mendorong lahirnya wirausaha mandiri di berbagai bidang usaha, Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan modal usaha kepada para penyandang disabilitas yang telah menyelesaikan pendidikan vokasional di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD), Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

"Semangat jiwa teman-teman penyandang disabilitas sangat tinggi, semangat untuk maju dan mandiri begitu kuat. Untuk membantu mempersiapkan mereka menjadi mandiri, kami akan memberikan bantuan modal bagi lulusan yang ingin memulai membuka usaha," terangnya kepada wartawan, usai mengunjungi proses belajar peserta didik BBRVPD di Cibinong. 

Mensos mengatakan, nantinya bantuan usaha dapat berupa Usaha Ekonomi Produktif (UEP) berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 20 juta, melihat jenis usaha yang dilakukan. 

“Upaya ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas bahwa penyandang disabilitas mempunyai kedudukan hukum dan hak yang sama sebagai warga negara Indonesia," katanya. 

Sementara itu, dalam kunjungan ke Balai Vokasional Penyandang Disabilitas, Mensos meninjau aktivitas peserta didik, yang selanjutnya disebut dengan penerima manfaat. Didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial, Edi Suharto, Sekjen Hartono Laras, Irjen Dadang Iskandar, dan Direktur Penyandang Disabilitas, Rachmat Koesnadi, Mensos meninjau Laboratorium Komputer, Ruang Menjahit, Ruang Desain Grafis dan Percetakan, Ruang Elektro, Ruang Otomotif dan Ruang Pekerjaan Logam. 

Di setiap ruangan, Mensos menyapa dan berbincang dengan para penerima manfaat. Sesekali ia menanyakan kegiatan yang sedang mereka lakukan dan sudah berapa lama mendapat pendidikan di balai tersebut. Para penerima manfaat tampak antusias melihat kehadiran Mensos.

Beberapa diantaranya bangga menunjukkan hasil kerja dan keterampilan mereka, atau sesekali mengajak foto bersama. 
 
BBRVPD merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Vokasional untuk Penyandang Disabilitas  di lingkungan Kemensos. Balai ini bertujuan untuk menjadikan penyandang disabilitas sebagai calon tenaga kerja yang terampil dan profesional, serta siap bersaing di dunia kerja yang menyesuaikan dengan kebutuhan Revolusi Industri 4.0.

Kemensos melalui Program Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PROGRES PD) mengimplementasikan kesiapan penyandang disabilitas dengan diberikan intervensi rehabilitasi sosial melalui terapi fisik, mental spritual, psikososial dan penghidupan, serta family support untuk mendukung kemandirian para penyandang disabilitas yang mendapatkan rehabilitasi vokasional.

Saat ini, jumlah penerima manfaat di balai ada 120 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Banten, Bengkulu, NTT, Papua, Kalimantan Barat, dan lainnya. Jurusan pendidikan vokasional terdiri dari Desain Grafis, Elektronika, Komputer, Otomotif, Pekerjaan Logam dan Penjahitan. 

"Selain memberikan modal usaha, kami juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra kerja, yakni perusahaan, dinas sosial, NGO, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di berbagai daerah di Indonesia. Tujuannya adalah untuk membantu penempatan kerja bagi penerima manfaat yang sudah lulus dan ingin bekerja," terang Agus.

Sejumlah perusahaan yang telah menjalin kerja sama adalah Bank Indonesia, BCA, BRI, Bank Mandiri, Astra,dan lainnya. Hingga 2019, sebanyak 1.093 alumni menjadi wirausaha, 997 bekerja, dan 17 orang kembali ke keluarga. 

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini