Jelang Lebaran 2019, Bisnis Kue Kering Online Meningkat

Biasanya mengirim sekitar 10 paket kue kering, kini mengalami peningkatan dua kali lipat jelang Lebaran 2019.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani
Jelang Lebaran 2019, Bisnis Kue Kering Online Meningkat
Bisnis online kue kering Lebaran 2019 [Suara.com/Tofan Kumara].

Suara.com - Bisnis online menjadi sebuah fenomena dengan kemampuan mendulang Rupiah hingga bernilai jutaan, dan mencakup banyak sektor, mulai kuliner sampai fashion. Mulai bidang otomotif sampai layanan jasa. Semuanya pasti laku keras.

Tak terkecuali menjelang momen nasional seperti sekarang, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau Lebaran 2019. Bisnis hidangan, terutama kue-kue kering, untuk merayakan tahun baru bagi para pemeluk Islam ini sanggup mengalirkan Rupiah makin deras ke pundi-pundi keuangan. Meskipun terlihat kecil, hasilnya mencapai jutaan Rupiah.

Hal ini juga dirasakan oleh salah satu penggiat bisnis online kue kering dan snack di kota Gresik, Tety Widayati (41). Sejak awal Ramadan ini, pemilik toko online "Mutiara Frozen"  ini melayani permintaan dari konsumen maupun kolega untuk kue kering dan snack, dengan kapasitas produksi meningkat hingga dua kali lipat.

Peningkatan order kue kering terjadi jelang Lebaran 2019 [Suara.com/Tofan Kumara].
Peningkatan order kue kering terjadi jelang Lebaran 2019 [Suara.com/Tofan Kumara].

Tety Widayati menyebut jika hari-hari biasa hanya mengirim 10 atau 15 paket kue kering ke konsumen. Ramadan ini, setiap hari bisa mengirimkan paket bermacam kue kering hingga 20 - 25 paket pesanan.

Menurutnya, yang paling banyak dipesan para konsumen adalah kue jenis nastar, kaastengels dan putri salju. Tak jarang juga ada yang pesan camilan basreng, sus coklat, kue kacang, dan kue kering lainnya.

"Alhamdulillah, permintaan konsumen kue kering ada peningkatan mungkin hampir dua kali lipat dari hari biasa. Kue nastar dan putri salju yang paling laku. Bisa terjual hingga puluhan boks selama bulan puasa ini" katanya.

Tety Widayati menjelaskan, bisnis sampingan yang dirintis 2017 itu awalnya hanya melayani sekitar wilayah Gresik. Kini berkembang hingga ke luar kota di seperti Surabaya, Sidoarjo, Lamongan. Mojokerto hingga Pasuruan, Malang dan kota-kota lain di Jawa Timur.

"Awalnya hanya sekitar kota Gresik saja. Kini, saya bisa kirim kue kering ke berbagai kota di Jawa Timur. Ya, berkah bulan Ramadan," ujar Tety Widayati, Jumat (17/5/2019).

Lebih lanjut, ia mengakui naiknya penjualan aneka kue kering selama Ramadan ini tidak lain memanfaatkan sosial media dan aplikasi lainnya.

"Awal bisnis ini hanya sekitar kolega kantor dan tetangga, kemudian menyebar dari mulut-ke mulut. Lalu saya pasarkan lewat online, banyak sekali yang pesan kue kering selama Ramadan hingga kirim ke luar kota," pungkas ibu dua putra itu.

Kontributor : Tofan Kumara

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini