Startup Ini Kembangkan Teknologi Agar Tarif Listrik Hanya Rp 1

Teknologi penyimpanan energi ini akan diluncurkan pada pertengahan Juli.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Startup Ini Kembangkan Teknologi Agar Tarif Listrik Hanya Rp 1
Ilustrasi tarif listrik. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Salah satu Startup sektor kelistrikan Baran Energy sedang mengembangkan teknologi energy storage system. Teknologi ini bisa membuat tarif listrik menjadi terjangkau, bahkan hanya Rp 1.

Founder Baran Energy Victor Wirawan mengatakan, teknologi penyimpanan energi ini akan diluncurkan pada pertengahan Juli.

Dengan teknologi revolusioner ini, masyarakat dimungkinkan untuk tidak perlu membayar listrik lagi, karena baterai ini dapat menyimpan energi listrik yang dihasilkan solar panel pada siang hari untuk digunakan kemudian di malam harinya. Kemampuan yang dapat membuat perubahan secara dramatis dalam dunia energi di Indonesia.

"Pada Juli, 12 tahun lalu Steve Jobs membuat heboh dunia dengan presentasi kelahiran Iphone. Juli tahun ini milenial Indonesia calon Unicorn akan presentasi melahirkan Program Listrik Hanya Beban Rp 1," tutur Victor Wirawan dalam keterangannya, Rabu (3/7/2019).

Menurut Victor, persoalan utama dalam hal ketersediaan energi adalah pasokan. Selama ini, dengan bergantung pada satu sumber energi, yaitu energi fosil menjadi beban, baik bagi pemerintah selaku penyedia energi maupun masyarakat luas.

"Dengan baterai yang diproduksi oleh Baran, akan membantu pemerintah dalam menyediakan energi listrik yang bersih, terjangkau dan aman bagi masyarakat," kata Victor.

Saat ini, Victor mengembangkan tiga varian produk teknologi energi ramah lingkungan, yaitu PowerWall berkapasitas 8.8 KWh, PowerPack 126 KWh, dan PowerCube 1.2 MWh.

Ketiga perangkat tersebut dapat digunakan mulai dari rumah tinggal, pabrik, real estate, perkebunan, pertambangan, hingga industri skala besar.

"Sudah waktunya Indonesia secara nyata dan dengan dukungan politik yang tepat, memberikan ruang kepada energi terbarukan untuk dapat berkembang. Di berbagai negara, hal ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian insentif dan ‘subsidi' bagi energi terbarukan," imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini