51 Juta Pekerja di Indonesia Masuk Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan

"BPJS ketenagakerjaan meskipun tidak tercatat di ILO tapi kami melakukan asessment internal. Saat ini kita sudah mencapai 56 persen. Di atas rata-rata dunia," ujarnya.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
51 Juta Pekerja di Indonesia Masuk Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. (Foto Dok. Setwapres)

Suara.com - Kepala BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan ada 51 juta pekerja terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Angka itu bahkan telah melampaui target peta jalan (road map) yang disepakatinya dengan pemerintah.

Agus mengatakan bahwa saat ini 600 ribu perusahaan sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, pekerja yang masuk terdaftar mencapai 56 persen.

"Total peserta yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 51 juta atau sekitar 56 persen dari total tenaga kerja yang eligible (memenuhi syarat) untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Agus di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (3/7/2019).

Jumlah tersebut dinilai tinggi oleh Agus. Pasalnya berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional atau International Labour Organization (ILO), rata-rata hanya 46 persen penduduk di dunia yang mendapatkan jaminan sosial.

"BPJS ketenagakerjaan meskipun tidak tercatat di ILO tapi kami melakukan asessment internal. Saat ini kita sudah mencapai 56 persen. Di atas rata-rata dunia," ujarnya.

Terkait dengan target ke depan, Agus menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan telah melampaui target sebelumnya yakni 51 persen pada 2021. Namun, Agus menegaskan kalau pihaknya akan tetap terus meningkatkan kerjasama antara pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha.

"Karena itu kita akan tetap menjaga sustainbility dari kepesertaan kita," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini