Kementan Gencarkan Program Sapira - Serasi di Kalsel dan Sumsel

Di kawasan itu, pemerintah membuat dua kluster.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Kementan Gencarkan Program Sapira - Serasi di Kalsel dan Sumsel
Ilustrasi padi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Beriringan dengan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi), Kementerian Pertanian (Kementan) juga kini menggencarkan Kawasan Pertanian Sejahtera (Sapira). Kedua program ini,  Sapira - Serasi akan dikembangkan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sumatera Selatan (Sumsel) dengan membuat kawasan demfarm.

Di kawasan itu, pemerintah membuat dua kluster, yakni kluster lengkap di dua lokasi dan kluster tidak lengkap di tujuh lokasi. Demfarm dilaksanakan peneliti bersama petani dan penyuluh dalam suatu kawasan tertentu.

Demfarm memperagakan berbagai teknologi usaha tani yang telah teruji untuk dilihat, dicoba, dan dicontoh oleh petani sasaran.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian, Husnain mengatakan, kluster lengkap meliputi berbagai teknologi budidaya, seperti komoditas padi, hortikultura, itik, dan ikan, hingga penggunaan alsintan, pengembangan kelembagaan, dan bimbingan teknik, sedangkan kluster tidak lengkap hanya teknologi budi daya padi.

Menurut Husnain, kawasan demfarm melibatkan komponen fisik berupa penataan air dan lahan, teknologi, kelembagaan, manajemen riset dan koordinasi dalam suatu kawasan, serta dilaksanakan untuk mempercepat proses diseminasi.

"Kami berharap, dampak kegiatan ini adalah peningkatan hasil, sekaligus kesejahteraan petani," katanya, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, Program Serasi dilaksanakan dalam rangka peningkatan produktivitas dan pendapatan petani dengan target seluas 500 ribu hektare. Pada tahap awal akan dilakukan di Sumsel seluas 220.000 hektare, Kalsel 153.363 hektare, dan Sulsel 33.505 hektare.

Menurut Sarwo, semula memang hanya dua provinsi, yakni Sumsel dan Kalsel, masing-masing seluas 250 ribu hektare, tapi dalam perkembangannya, banyak daerah yang juga ingin mengembangkan lahan rawa, di antaranya, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Riau.

"Banyak gubernur yang mengajukan ikut Program Serasi. Setelah kami telusuri, kawasan-kawasan itu layak karena ada lahan yang sesuai dan petani yang akan menggarap pun ada. Provinsi yang bisa dialokasikan untuk Program Serasi adalah Lampung, Kalteng, Kalbar dan Riau," tuturnya.

Program ini memiliki beberapa kegiatan, yakni Survei Investigasi dan Desain (SID), rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan alsintan pra dan pascapanen, bantuan saprodi, pengembangan usaha melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB), integrasi budidaya, yang melibatkan petani milenial.

Kegiatan ini juga melibatkan TNI  AD dalam pendampingan untuk membantu dalam koordinasi antara Babinsa dengan petani. Selain itu, dalam pelaksanaan SID juga ada pendampingan proses pengerjaan fisik di lapangan dan bantuan untuk memastikan seluruh pekerjaan terlaksana dengan baik.

"Kerja sama dengan TNI AD ini mendapat respons positif. Apalagi TNI mempunyai kepentingan dalam ketahanan pangan, sehingga menjadi tugas TNI juga," ujar Sarwo.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini