Terkendala Modal, Jaket Kulit Asal Garut Ini Batal Dipasarkan di Amazon

Padahal, pihak Amazon sudah tertarik dengan jaket kulit asal Garut ini.

Suara.Com
Vania Rossa | Achmad Fauzi
Terkendala Modal, Jaket Kulit Asal Garut Ini Batal Dipasarkan di Amazon
Jaket kulit asal Garut. (Suara,com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Tak ada yang menyangka produk dari daerah Indonesia dilirik e-commerce internasional. Hal ini tentu saja membuktikan bahwa produk dari daerah Indonesia tak kalah bersaing dengan produk luar ternama.

Salah satunya yaitu produk kerajinan kulit Chiva 306 Original Leather yang sempat dilirik oleh e-commerce Amazon. Pemilik Chiva 306 Original Leather, Dikdik Sofyan, mengatakan Amazon tertarik dengan produk jaket kulitnya untuk dipasarkan di dalam webnya.

Menurutnya, produknya dinilai bagus oleh pihak Amazon dan mempunyai daya jual yang tinggi.

Dikdik, pemilik usaha jaket kulit di Garut. (Suara.com/Achmad Fauzi)
Dikdik, pemilik usaha jaket kulit di Garut. (Suara.com/Achmad Fauzi)

"Kita jualan di web luar negeri sudah bisa masuk, kemaren sudah coba di Amazon," kata Dikdik saat ditemui di tokonya di Sukaregang, Garut, Jawa Barat, Jumat (5/7/2019).

Akan tetapi, mimpi Dikdik untuk tampilkan produk di Amazon tak menjadi kenyataan. Pasalnya, lelaki asli Garut ini tak bisa menyanggupi permintaan dari Amazon.

Amazon meminta dirinya untuk memproduksi sebanyak 1.000 jaket selama sebulan. Namun, karena keterbatasan dana, pihaknya tak mengiyakan permintaan tersebut.

Dikdik butuh dana yang begitu besar untuk produksi satu jaket. Satu jaket, imbuhnya, produksinya bisa memakan biaya hingga Rp 750 ribu. Jika dikalikan 1.000, maka Dikdik harus menyediakan dana Rp 750 juta per bulannya.

"Modalnya jaket kulit, satu jaket Rp 750 ribu, kali 1.000 berapa, itu untuk bulan pertama enggak kebayang kan. Paling sanggup 300 jaket, tapi untuk melayani pelanggan yang sudah berjalan," tutur dia.

Maka dari itu, Dikdik berharap ada bantuan dana dari pemerintah atau lembaga untuk membantunya.

Hingga saat ini, ia mengaku baru Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) lewat Program Kemitraann dan Bina Lingkungan (PKBL) yang memberikan bantuan dana.

"Modalnya baru Jamkrindo Rp 500 juta, saya berharap ada lembaga lain ikut bantu," pungkas dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini