Toilet Rest Area Diusulkan Berbayar, Menteri PUPR: Tidak Gampang

"Ke depan pengelolaan jalan tol dan rest area harus lebih dari sekedar memenuhi SPM,"

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Toilet Rest Area Diusulkan Berbayar, Menteri PUPR: Tidak Gampang
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Dokumentasi: KemenPUPR)

Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meminta agar pengelola jalan tol terus memperhatikan pelayanan di tempat peristirahatan (rest area) agar sesuai dengan standar minimum pelayanan (SPM) yang sudah ditetapkan.

Menurut Basuki, pengelola jalan tol jangan hanya menaikan tarif tol tanpa ada peningkatan pelayanan di rest area.

"Ke depan pengelolaan jalan tol dan rest area harus lebih dari sekedar memenuhi SPM," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Basuki menginginkan, rest area bisa layak dan berkualitas. Sehingga, pengguna jalan tol merasa nyaman saat beristirahat di rest area.

"Kita ingin ke depan pengelolaan jalan tol dan rest area menjadi pengelolaan jalan tol yang berkelanjutan, artinya lebih nyaman, lebih safe, sehingga orang berkendara bisa lebih selamat lagi, itu yang pertama," tutur dia.

Saat ini, Basuki bersama Asosiasi Rest Area Indonesia sedang mengevaluasi keberadaan rest area di Indonesia. Pihaknya pun tak menutup kemungkinan akan merevitalisasi rest area yang ada.

"Ini kami akan evaluasi bersama Asosiasi Pengelola Rest Area. Tidak gampang karena investasinya tidak kecil. Saya juga harus mendengarkan aspirasi mereka tapi juga tidak sembarang, sehingga ada standar-standar yang harus dipenuhi," pungkas dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini