Listrik Mati, Pengusaha Laundry Keluhkan Cucian Tak Kering

Beberapa pengusaha laundry mengaku, kerugiannya hampir mencapai 70 persen.

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Listrik Mati, Pengusaha Laundry Keluhkan Cucian Tak Kering
Suasana jasa pencucian pakaian atau "laundry" di Buaran, Jakarta Timur, Kamis (3/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Pengusaha bisnis cuci pakaian atau laundry pasrah dengan kerugian yang diderita akibat padamnya listrik. Beberapa pengusaha laundry mengaku, kerugiannya mencapai 70 persen lebih.

Salah satu pengusaha bisnis laundry Adam mengatakan, gara-gara padam listrik dia mendapati kerugian hingga 73 persen.

Ia memiliki tiga gerai laundry, biasanya dari gerai laundry yang dimilikinya ia bisa meraih pendapatan Rp 1,5 juta sehari. Namun, setelah padamnya listrik ia hanya mendapat Rp 400 ribu.

"Hancur omzet kami. Kalau normal Rp 1,5 juta, tapi kemarin cuma Rp 400 ribu," ujarnya saat ditemui di Jalan Raya Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Dengan padamnya listrik ini, Adam juga menutup gerainya lebih cepat. Biasanya, Ia menutup gerainya pada pukul tujuh malam, akan tetapi, ia terpaksa tutup pukul lima sore.

Adam juga mengaku operasional usahanya lumpuh akibat padamnya listrik. Bahkan, Adam terpaksa mengeluarkan pakaian yang sedang dicuci dari dalam mesin.

"Kami tetap buka cuma aktifitasnya yang lumpuh. Nyuci ngeringin nyetrika enggak bisa semua," ucap dia.

Menurut Adam, kegiatan yang bisa dilakukan oleh pegawainya hanya menerima dan memberikan pakaian yang akan dicuci dan selesai dicuci.

"Jadi cuma bisa orang taruh sama ngambil. Kemarin banyak yang belum disetrika atau belum kering maksimal jadi banyak yang mau ngambil enggak jadi," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini