Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Tercapai, Tapi Tergantung Global

Pertumbuhan ekonomi ke depan akan dipengaruhi kebijakan Donald Trump terkait tarif tambahan 10 persen untuk produk impor China.

Suara.Com
Chandra Iswinarno | Muslimin Trisyuliono
Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Tercapai, Tapi Tergantung Global
Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution. [Suara.com/Muslimin Trisyuliono]

Suara.com - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2019 sebesar 5,2 persen. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2019 melambat sebesar 5,05 persen.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tetap optimis target pertumbuhan ekonomi akan tercapai. Meski, ia belum bisa menyimpulkan prediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

"Iya tentu saja, tergantung ekonomi global seperti apa pasti ada pengaruh ke situ, tapi kita tidak bisa bilang murni hanya sekedar ekonomi dalam negeri," ujar Menko Darmin di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ke depannya akan dipengaruhi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif tambahan 10 persen untuk produk impor China. Rencananya, kebijakan tersebut akan diterapkan pada 1 September 2019 mendatang dan bakal memberikan tantangan lebih besar terhadap perekonomian global.

"Ya tantangan lebih besar, daripada saya bilang semakin tertekan lebih baik saya bilang tantangan lebih besar," ujar Darmin.

Menko Darmin mengemukakan pertumbuhan ekonomi global sedang mengalami ketidakpastian. Oleh sebab itu, ia enggan berkomentar lebih jauh terkait target pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Global kita belum tahu, tapi melihat gejala global katanya berunding-berunding tapi tahu-tahu bea masuk naik lagi. Jadi, saya belum mau menyimpulkan seperti apa tahun ini," tambahnya.

Untuk diketahui, Perang dagang antara Amerikat Serikat (AS) dengan China kembali memanas. Lantaran, Presiden AS Donald Trump memberikan tarif impor baru kepada China.

Seperti dilansir Reuters, Trump memberikan tarif tambahan 10 persen menjadi 300 miliar dolar AS pada produk-produk impor dari China. Tarif tersebut bakal berlaku pada 1 September mendatang.

"Pembicaraan perdagangan terus berlanjut, dan selama pembicaraan tersebut, AS akan mulai, pada 1 September, memberikan tambahan tarif 10 persen untuk sisa 300 Miliar Dolar AS barang dan produk yang berasal dari China ke Negara kami. Ini belum termasuk 250 Miliar Dolar AS yang sudah Tarif di 25 persen," ujar Trump.

Dalam hal ini, Trump juga menyalahkan China karena tidak menepati janji untuk membeli lebih banyak produk pertanian Amerika.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini