Gubernur Jabar Minta Bank BJB Terus Berinovasi dan Berpihak pada UMKM

Total aset BJB tumbuh 6,4 persen year on year (yoy) menjadi Rp 120,7 triliun.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari
Gubernur Jabar Minta Bank BJB Terus Berinovasi dan Berpihak pada UMKM
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam "Penutupan Business Review bjb Semester I Tahun 2019", di Ballroom Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Rabu (7/8/2019). (Dok : Pemdaprov Jabar).

Suara.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB untuk bertransformasi dan berinovasi, serta lebih berpihak pada masyarakat Jabar, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan, kemudahan akses layanan perbankan dapat mengentaskan praktik rentenir yang saat ini semakin marak di kalangan masyarakat golongan menengah ke bawah, atau golongan ekonomi lemah. 

“BJB harus mempunyai target market yang lebih luas dan menyentuh lapisan masyarakat terkecil," katanya, dalam "Penutupan Business Review BJB Semester I Tahun 2019", di Ballroom Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Jabar, Rabu (7/8/2019). 

“Dengan mengoptimalkan penyaluran kredit mikro (Mesra), yang merupakan program unggulan, kami dapat melepaskan warga Jawa Barat terhadap jerat rentenir. Saya kira, BJB punya kapasitas luar biasa," tambahnya. 

Emil juga berpesan agar BJB terus meningkatkan kinerjanya melalui dukungan teknologi dan inovasi demi merespons peluang-peluang di masyarakat. Adapun salah satunya adalah rencana pengembangan infrastruktur dengan nilai total hampir Rp 600 triliun.

"Di masa yang akan datang, BJB sebaiknya terlibat aktif, mendahulukan proyek-proyek di Jawa Barat," minta Emil. 

"Selain hal-hal tadi, hal lain yang perlu diperhatikan adalah IT yang juga jadi kebutuhan dalam era 4.0 ini. Kalau infrastruktur, mikro dan IT-nya dibenahi, saya punya keyakinan luar biasa kalau BJB akan berlari dalam waktu yang akan datang," tutupnya.

Sementara itu menurut Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan, pihaknya akan menerapkan tiga fokus utama. 

"Fokus pertama adalah reposisi bisnis, kedua (adalah) reorganisasi, dan fokus ketiga re-engineering teknologi informasi. Kami sangat optimistis dapat menghadapi berbagai tantangan industri perbankan saat ini, dengan menjalankan tiga fokus utama tersebut, dengan dukungan sumber daya manusia yang mumpuni serta jaringan kantor yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.

Dia menambahkan, sesuai rencana bisnis dan program kerja, BJB pun berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional. Hal ini dilakukan melalui pembiayaan terhadap sektor produktif dengan fokus UMKM dan infrastruktur. 

"Sebagai salah satu program akselerasi, kami akan berkolaborasi dengan BUMD-BUMD lain di wilayah Jawa Barat dan Banten, agar pembangunan dan program-program pemerintah dapat segera direalisasikan," tambahnya.

Dari segi kinerja, pencapaian Bank BJB pada semester satu tahun 2019 memberikan hasil yang memuaskan. Total aset BJB tumbuh 6,4 persen year on year (yoy) menjadi Rp 120,7 triliun.

Pertumbuhan aset ini didukung penghimpunan DPK sebesar Rp 95,1 triliun, atau tumbuh sekitar 7 persen dari tahun lalu. Untuk total kredit yang disalurkan mencapai Rp 78,2 triliun, atau tumbuh sebesar 8,2 persen yoy. dan laba bersih setelah pajak tercatat sebesar Rp 803 miliar.

Kualitas kredit Bank BJB juga berhasil dijaga dengan baik, dimana rasio Non Performing Loan (NPL) dapat bertahan di level 1,7 persen, atau lebih baik dibanding rasio NPL industri perbankan per Mei 2019 sebesar 2,61 persen.

Adapun rasio Net Interest Margin (NIM) berada pada level 5,7 persen, atau berada di atas rata-rata rasio NIM industri perbankan yang mencapai 4,9 persen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini