Sandiaga Sorot Baik dan Buruk Proyek OBOR China, Bisa Timbulkan Masalah

Setiap investasi harus transparan, akuntabilitas, responsibility, independen dan adil.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio
Sandiaga Sorot Baik dan Buruk Proyek OBOR China, Bisa Timbulkan Masalah
Mantan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Pejaten, Jaksel. (Suara.com/Tio).

Suara.com - Mantan Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Sandiaga Uno meminta pemerintah untuk meneliti dampak baik dan buruk dari proyek Belt and Road Initiative (BRI) atau One Belt One Road (OBOR) dari China. Pemerintah harus mengutamakan kepentingan nasional.

Sandi mengatakan proyek OBOR China ini bagaikan dua mata pisau yang bisa berdampak baik bagi investasi Indonesia dan bisa juga berdampak buruk bagi rakyat Indonesia.

Bagi Sandiaga, yang terpenting dari proyek OBOR China ini harus berdampak langsung terhadap pembukaan lapangan pekerjaan di Indonesia.

"Banyak sekali investasi-investasi yang kadang-kadang menjanjikan begitu banyak dampak positif tetapi karena tidak dihitung dengan baik, tidak direview, tidak diuji akhirnya malah menimbulkan banyak problem yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja dan dampak terhadap lingkungan maupun ekonomi secara menyeluruh," kata Sandiaga saat ditemui di acara Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) di Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Mantan Cawapres itu berharap pemerintah harus berhati-hati untuk terlibat dalam proyek OBOR China tersebut, setiap investasi harus transparan, akuntabilitas, responsibility, independen dan adil.

"Saya mantan investor, saya tahu, orang investasi pasti ingin untung, dan investasi itu kalau bisa tekan biaya serendah mungkin pakai kekuatan modal yang dimiliki untuk mendapatkan peluang yang terbaik untuk sang investor," jelasnya.

Diketahui, Indonesia sudah terlibat dalam proyek OBOR China ini, dalam pertemuan Global Maritime Fulcrum Belt And Road Initiatives (GMF –BRI), China sudah menyiapkan rancangan Framework Agreementuntuk bekerja sama di Kuala Tanjung, Sumatra Utara (Sumut) sebagai proyek tahap pertama.

Selanjutnya, ada beberapa tahap proyek kerja sama lain yang telah disepakati seperti Kawasan Industri Sei Mangkei dan kerja sama strategis pada Bandara Internasional Kualanamu untuk tahap kedua.

Kemudian, pengembangan energi bersih di kawasan Sungai Kayan, Kalimantan Utara (Kaltara), pengembangan kawasan ekonomi eksklusif di Bitung, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Kura-Kura Island di Bali.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini