Apakah Mati Lampu Massal Jakarta, Banten dan Jabar Termasuk Krisis Energi?

Dalam kejadian kemarin, PT PLN bisa memulihkan padamnya listrik hingga 100 persen.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Achmad Fauzi
Apakah Mati Lampu Massal Jakarta, Banten dan Jabar Termasuk Krisis Energi?
Mati lampu pasutri terpanggang di Jalan Haji Mansyur, Tangerang, Senin (5/8/2019) dini hari. [Suara.com/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Dewan Energi Nasional (DEN) menilai kejadian padamnya listrik di sejumlah daerah di Jawa belum termasuk dalam ke krisis energi. Pasalnya, padamnya listrik tersebut masih bisa ditangani oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, meskipun lambat.

Sekretaris Jenderal DEN menerangkan, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang tata cara krisis energi pasal 5 ayat 2 energi bisa dikatakan dalam kondisi krisis jika operator yang bersangkutan tak bisa menangani secara langsung.

Namun dalam kejadian kemarin, PT PLN bisa memulihkan padamnya listrik hingga 100 persen.

"Nah laporan PLN telah lakukan pemulihan dari waktu ke waktu, Senin sore sudah mencapai 100 persen (listrik stabil)," kata dia saat ditemui di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Selain itu, Djoko menuturkan, aturan tersebut pada Pasal 8 Perpres di atas, Menteri ESDM dan DEN telah mendatangi PLN untuk pemantauan ketersediaan energi.

"‎Pasal 8 telah dilakukan dengan kunjungi ke PLN," tutur dia.

Tak hanya itu, tambah Djoko, PLN juga telah mencari jalan lain untuk kebutuhan energi listrik lewat pembangkit agar pasokan listrik kembali normal.

"Pasal 14 huruf f, aktifkan cadangan penyangga energi ini, PLN sudah aktifkan ini dengan tambah pasokan energi dari gas dan batubara," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini