Kementan Serahkan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Kediri

Masyarakat yang memiliki produk unggulan disarankan segera mengurus sertifikasi, agar lebih mudah memasarkannya.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Kementan Serahkan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Kediri
Direktur Jenderal PSP Kementan, Sarwo Edhy, dalam Gelar Inovasi Teknologi Tanaman Pangan dan Hortikultura (GITTPH)", di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan bantuan berupa traktor roda 4, dalam "Gelar Inovasi Teknologi Tanaman Pangan dan Hortikultura (GITTPH)", di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bantuan diserahkan oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy. 

"Semoga bantuan alsintan (alat mesin pertanian) ini dapat bermanfaat. Selain 5 unit traktor roda 4, nanti juga akan diberikan kultivator, yang sangat bermanfaat untuk hortikultura maupun florikultura," katanya, saat melakukan kunjungan kerja ke Jatim, Kamis (8/8/2019).

Dalam kesempatan ini, Sarwo menyempatkan diri mengunjungi stan yang memamerkan produk-produk unggulan. Dia berharap, masyarakat yang memiliki produk unggulan segera mengurus sertifikasi, agar lebih mudah memasarkannya dan aman.

"Tadi saya dari stan yang jual bibit padi sembada. Bibit sembada sangat bagus, satu butir bisa tumbuh menjadi 15 butir padi. Masyarakat silakan menggunakan bibit sembada, karena memang bagus dan sudah bersertifikasi," tambah Sarwo.

Kegiatan ini sekaligus untuk meresmikan Desa Wisata Cerdas Mandiri dan Sejahtera (Dewi Cemara) oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. Dia melihat ada harmoni antara warga desa, antar hubungan manusia, yang berhubungan dengan alam.

Khofifah berharap dukungan pemerintah daerah, agar kelompok tani diberikan akses soal informasi tekhnologi tepat guna. Dia juga berharap, petani diberi kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan bantuan demi mempertahankan Jatim sebagai lumbung padi nasional.

"Teknologi pupuk dan pengiritan penggunaan air, mungkin yang saat ini dibutuhkan para tani," tutur Khofifah.

Dia pun mengaku bangga dengan petani bawang putih, yang berani mencoba dan ternyata hasilnya tidak mengecewakan.

"Semoga para petani di Jawa Timur, khususnya di Kediri, mampu mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang sama. Saya bersyukur atas terwujudnya taman ini, sebagai bentuk harmoni antara manusia dan alam," pungkas Khofifah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini