JK Minta Pemerintah Waspada Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan

"Jadi kita juga perlu hati-hati Pak Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Gubernur BI. Kita setiap 10 tahun bisa terjadi krisis," kata JK.

Suara.Com
Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari
JK Minta Pemerintah Waspada Siklus Krisis Ekonomi 10 Tahunan
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di acara 24th INDEF Anniversary di Aryaduta Hotel, Jalan Prajurit KKO Usman Dan Harun, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2019). (Foto dok. Setwapres)

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, mewaspadai risiko-risiko yang dinilai bakal mendominasi perekonomian global.

Terutama, kata JK, siklus krisis ekonomi dunia yang terjadi setiap satu dekade atau 10 tahun. Krisis 10 tahunan tersebut juga melanda Indonesia.

“Tahun 1998 misalnya, Indonesia mengalami krisis moneter disebabkan krisis keuangan oleh hampir seluruh negara Asia Timur,” kata JK dalam acara pembukaan Seminar Nasional Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Sepuluh tahun setelah medio 90-an itu, Indonesia kembali diterpa krisis, persisnya tahun 2009. Krisis itu dikenal sebagai krisis subprime mortgage di Amerika Serikat yang juga memberikan dampak krisis kepada negara lain.

"Jadi kita juga perlu hati-hati Pak Menko Perekonomian, Menteri Keuangan dan Gubernur BI. Kita setiap 10 tahun bisa terjadi krisis," kata JK.

Menurut JK, Indonesia kekinian juga harus mewaspadai terjadinya perang dagang Amerika Serikat dan China, di mana negeri Paman Sam sendiri sudah mulai mengkhawatirkan dampaknya terhadap kemerosotan atau resesi dunia.

Selain itu, JK juga meminta pemerintah ke depan mengamati perubahan kebijakan perekonomian AS dan banyak negara lain, yakni dari liberalismeke proteksionisme.

"Kita harus berhati-hati terhadap akibat perang dagang, proteksionisme Brexit, situasi Timur Tengah,” tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini